Warga Rongkong : Tangkap Kepala Desa Minanga, Sembilan Bulan Tidak Salurkan Raskin

0
73

LUWU UTARA, CNEWS — Ulah Kepala Desa Minanga, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara betul-betul membuat warga geram dan marah besar. Betapa tidak, sudah sembilan bulan dan hingga saat ini warga penerima beras miskin yang dikompensasi dalam bentuk bantuan uang tunai dari pemerintah tidak sampai kepada warga.

Tidak menerima dengan perlakuan sang kepala desa, puluhan mahasiswa dan pelajar asal daerah tersebut yang mengatas namakan Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia (HMRI) melakukan unjuk rasa menuntut agar kepada Desa Minanga segera ditangkap dan diadili. Demontrasi mahasiswa ini berlangsung pada 19 Februari 2018 di Masamba, Luwu Utara.

Koordinator aksi, Abdul wahid mendesak aparat penegak hukum, kejaksaan dan kepolisian untuk memanggil kepala desa yang sudah membuat masyarakat Rongkong menderita. “Kami tegaskan, kami dari mahasiswa dan pelajar asal Kecamatanb Rongkong mendesak kejaksaan dan kepolisian untuk memeriksa kepala Desa Minanga, sudah sembilan bulan warga tidak menerima bantuan dari pemerintah tersebut,” tandasnya.

Desa Minanga sendiri berada di wilayah pegunungan, dan aksesnya sulit dijangkau, makanya raskin tersebut diganti berupa uang tunai, tapi uang tunai pengganti beras tersebut tidak pernah disalurkan ke masyarakat, ungkap Abdul Wahid.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Luwu Utara, Drs Misbah tidak menampik dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Kepala Desa Minangan tidak hanya persoalan tersebut, tetapi juga ketimpangan sejumlah proyek pembangunan desa.

“Terkait dengan kepala Desa Minanga, kami mengakui bahwa selama ini menyalahi aturan. kami sudah sampaikan masalah ini ke bupati dan inspektorat, untuk melakukan pemeriksaan soal raskin, dan proyek tahun 2017. Dari dana APBN dan ADD serta HOk masyarakat belum dikasi yang dinilai menyalahi aturan,”ungkap Misbah, pada Snin, (19/02/2018)

Di Desa Minangan data penerima Raskin sebanyak 95 orang, jika kemudian Raskin yang diterima tersebut dalam bentuk uang tunai, dengan masing masing satu penerima 15 Kg atau setara Rp 51.000,00 uang tunai. 51.000,00 x 95 orang. Maka bisa dibayangkan, sebanyak Rp 48.450,000 dana raskin. (LAPORAN : SAMSIR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here