Stadion Barombong Belum Rampung, DPRD Sulsel Black List Kontraktor PT Usaha Subur Sejahtera

0
75

MAKASSAR —- Komisi E DPRD Sulsel sepakat mencoret atau memblack list kontraktor Proyek Stadion Internasional Barombong, PT Usaha Subur Sejahtera, karena dianggap gagal menyelesaikan pengerjaan tepat waktu.  Sehingga perusahaan tersebut tidak bisa lagi mengikuti tender proyek di lingkup Provinsi Sulsel.

Ketua Komisi E, Kadir Halid menjelaskan, perusahaan tersebut tidak mampu menyelesaikan tribun stadion tepat waktu. Padahal kontrak penyelesaian sampai 90 hari.

“Bahkan kontraknya diperpanjang 50 hari juga tidak selesai dengan alasan hujan dan alasan lainnya,” ujar Kadir Halid di ruang kerjanya usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) evaluasi pembangunan stadion barombong, Senin 19 Maret 2018.

Selain itu, Kadir Halid juga menunjukkan bahwa bentuk tidak profesionalnya PT Usaha Subur Sejahtera yaitu adanya pengerjaan material Stadion Barombong yang tidak bisa dikerjakannya, sehingga perusahaan tersebut diserahkan ke PT Wika, namun PT Usaha Subur Sejahtera baru mengekseskusi pengerjaan tersebut di bulan Januari 2018 yang semestinya dilakukan di Desember 2017.

“Ada bahan yang harus dibeli di tempat lain di wika dan bosowa, kontrak berakhir Desember tapi material baru dipesan januari. Ini ada indikasi memperlambat pengerjaan,” tegas Kadir Halid.

Komisi E juga menurut Kadir menyalahkan konsultan pengerjaan proyek Stadion Barombong karena tidak memberi usulan atau masukan kepada pengelola anggaran.

“Jangan diikutkan tender lagi di pemprov, ini tidak profesional lagi,” tandas Kadir Halid. Diketahui, PT Usaha Subur Sejahtera selaku kepala proyek Stadion Barombong mengerjakan tribun barat dan tribun selatan stadion tersebut.

Selain PT Usaha Subur Sejahtera, ada dua kontraktor Stadion Barombong yakni PT Kanta Karya Utama dan Prospera Consultan Engeneering.

 

APKAN DESAK KEJAKSAAN PERIKSA KONTRAKTOR DAN DINAS PEMUDA OLAHRAGA

Sementara itu, dukungan untuk memblack list kontraktor Proyek Stadion Internasional Barombong, PT Usaha Subur Sejahtera mendapat respon positif dari Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (DPP-Apkan).

Wakil Ketua Umum DPP-Apkan Republik Indonesia, Ahmadi Pallaki SH menilai sikap DPRD Sulsel memblack list kontraktor PT Usaha Subur Sejahtera sudah sangat tepat.

Bahkan, Ahmadi mendesak Kejaksaan turun tangan menelusuri dugaan kerugian negara pada proyek pembangunan Stadion Barombong di Makassar. “Potensi kerugian negara kemungkinan bisa saja terjadi dengan lambatnya pengerjaan dan pembiaran yang dilakukan oleh instansi terkait,” tandasnya.

Ditambahkan Ahmadi, dengan pengerjaan yang lambat tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai penanggungjawab dan pemilik proyek harus ikut diperiksa oleh kejaksaan. “Disini kejaksaan jangan tutup mata, proyek Stadion Barombong menghabiskan anggaran sangat besar, semoga disini tidak ada yang ‘masuk angin’ sehingga uang negara tidak disalah gunakan oleh oknum tertentu,” tutupnya. (redaksi)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here