Panwaslu Parepare Periksa 10 Orang, Diduga Terlibat Politik Uang

0
31

PAREPARE — Panitia Pengawas Pemilu ( Panwaslu) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, memeriksa 10 orang saksi terkait dugaan politik uang yang diduga dilakukan salah satu pasangan calon wali kota di Cempae, Kelurahan Wattang Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

“Kami telah memeriksa dua orang perempuan dan delapan orang laki-laki warga Cempae yang diduga menerima uang Rp 50.000 dari salah satu rumah tim pemenangan pasangan calon wali Kota Parepare, di Cempae, Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare,“ kata Ihdar Radi, anggota Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar-lembaga, Panwaslu Kota Parepare, Selasa (10/4/2018).

Menurut Ihdar, empat hari lalu sejumlah anggota masyarakat datang membawa warga yang mengaku telah mendapatkan amplop yang di dalamnya ada uang Rp 50.000.

Menurut undang-undang, ujar Ihdar, pihaknya akan memeriksa selama interval waktu lima hari setelah adanya laporan.

“Beberapa hari lalu, sejumlah warga datang melaporkan adanya dugaan money politics, dengan membawa saksi dan barang bukti berupa uang dalam amplop yang jumlahnya Rp 50.000. Kami akan terus memeriksa dan mendalami kasus ini,” ucap Ihdar.

Sementara itu, pimpinan Bawaslu RI periode 2012-2017, Nasrullah, yang sekarang menjadi anggota DPP Partai Nasdem dan bertugas khusus untuk mengawal dugaan politik uang yang terjadi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, juga memberikan komentar.

“Mestinya Panwas Parepare tidak hanya memanggil 10 saksi. Panwas harusnya mengklarifikasi pengurus partai yang diduga membagikan uang pada rumah pemenangan paslon, atau Panwas memanggil paslon itu sendiri untuk klarifikasi,“ tutur Nasrullah. (kmp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here