Dinas Lingkungan Hidup Luwu Utara Bakal Gagas Pengolahan Sampah‎ Sistem 3R

0
65

LUWU UTARA, CNEWS — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Utara berencana membangun sistem pengolahan sampah dengan sistem Reduce, Reuse dan Recycle (3R). Keberadaan tempat sampah ini diharapkan akan memberi dampak positif terhadap masyarakat.

“Kita tidak bisa banyak berbicara mengenai permasalahan sampah, namun kita telah merasakan dan melihatnya sendiri, jadi harus semua lapisan masyarakat bersama melaksanakan kegiatan pengolahan dengan sistem 3R ini,” ungkap Depala Dinas Lingkungan Hidup Luwu Utara, Ir Buramin Dannu kepada Celebesnews pada, Jumat (20/4/2018) di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, pihak pemerintah bersama instansi dan unsur masyarakat harus dapat mencari solusi dalam menumbuhkan keinginan atau kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah di wilayah kabupaten Luwu Utara.

Sistem pengelolaan sampah ini sendiri, kata Buramin Pada tingkat oprasional, sistem pengolahan sampah terpadu merupakan kombinasi dari sistem pengolahan sampah dengan cara daur ulang, pengkomposan, pembakaran (incinerator) dan sistem pembuangan akhir dengan cara sanitary landfill.

Pendekan ini merupakan manifestasi dari sistem 3R yang saat ini sudah merupakan konsensus internasional yaitu Reduce, Reuse, Recycle atau 3M (mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang).

Lebih lanjut dikatakannya, program mengurangi atau minimasi sampah dapat dimulai sejak pengumpulan, pengangkutan dan sistem pembuangan sampah. Dengan demikian program pengelolaan sampah ini dapat dilakukan di setiap tahapan sistem pengelolahan sampah.

Idealnya dengan pengurangan sampah ini sudah dapat dimulai sejak awal dari sumbernya, yaitu sejak pewadahan sebagai bagian dari subsistem terdepan. Hal ini berhubungan langsung dengan peran serta masyarakat sebagai penghasil sampah itu sendiri. Kegiatan ini melibatkan kita semua, karena kita semua adalah penghasil sampah atau sumber sampah tersebut.

Namun, peran serta masyarakat yang baik hanya dapat di capai apabila sistem yang tersedia sudah baik. Hal ini merupakan hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Sebagai contoh untuk mempercepat berjalannya program 3R sebaiknya sampah sudah mulai dipilah sejak dari sumbernya misal dari rumah tangga.

Pemilahan sampah minimal dilakukan dengan memilah menjadi dua jenis yaitu sampah kering (anorganik) dan sampah basah (organik), lebih baik lagi kalau sudah di pilah menurut komponennya seperti sampah kertas, plastik, gelas, metal dan sampah basah yang mudah membusuk.

Ditambahkannya, dalam pemilahan sampah, tidak hanya di perlukan peran serta masyarakat, tetapi juga di perlukan sistem pengolahan sampah yang sudah memadai, baik berupa sarana-sarana fisik ataupun peralatan maupun sarana non fisik yang berupa penyuluhan, pengawasan, pemantauan dan peraturan yang berjalan baik secara profesional, tidak secara kwantitatif saja. (LAPORAN : SAMSIR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here