PT Jas Mulia Luwu Utara Minta Jaminan Kepastian Investasi dan Pemda Ramah Investor

0
40

LUWU UTARA, CNEWS — Manajemen perusahaan kelapa sawit PT Jas Mulia Luwu Utara memberi reaksi keras terhadap iklim investasi di Luwu Utara. Pasalnya, suasana iklim investasi yang dinilai kurang kondusif belakangan ini mulai memicu kurang nyamannya berusaha.

General Manager PT Jas Mulia Luwu Utara Darmawan Pasande saat ditemui Reporter Celebesnews di ruang kerjanya pada, Selasa (22/5/2018) meminta pemerintah daerah Luwu Utara menghargai kehadiran investor yang selama ini sudah memberi konstribusi besar terhadap kemajuan daerah.

Tidak hanya itu, disampaikan Darmawan, pemerintah daerah Luwu Utara harusnya terus berusaha agar daerah ini ramah, aman, dan nyaman bagi investasi dengan meningkatkan pelayanan iklim investasi.

“Kami selalu mendukung program-program yang dijalankan oleh pemerintah daerah Luwu Utara, termasuk komitmen menciptakan berusaha agar daerah ini ramah, aman, dan nyaman bagi investasi dengan meningkatkan pelayanan iklim investasi,” tandasnya.

Dunia usaha akan maju apabila iklim investasi di daerah dapat terjaga sehingga investor terus dapat menanamkan modalnya. “Investor akan masuk jika kita mampu membangun iklim investasi dengan baik seperti jaminan kepastian hukum, stabilitas keamanan, dan birokrasi yang tidak berbelit-belit serta infrastruktur yang baik,” katanya.

Ia mengatakan bahwa investasi akan masuk bila ada jaminan dari pemerintah bahwa iklim berinvestasi di daerah itu dari semua aspek bagus.

Keluhan perusahaan kelapa sawit PT Jas Mulia di Luwu Utara semakin tidak terbendung setelah adanya pemberitaan melalui media yang disampaikan oleh dinas terkait yang meminta petani kelapa sawit untuk tidak melakukan panen.

Reaksi ini kemudian memicu manajemen perusahaan PT Jas Mulai untuk tidak tinggal diam dan menyesalkan sikap dinas terkait yang meminta petani tidak melakukan panen. “Kami akan hentikan pembelian, bila tidak ada jaminan kepastian kenyamanan berinvestasi dan berusaha di Luwu Utara. Ada apa, kok tiba-tiba petani disuruh hentikan panen buah mereka,” pungkasnya.

Saat ini, kata Darmawan, ada sekitar 250 mobil lagi melakukan antrian untuk masuk perusahaan menjual buah sawit hasil panen dari petani. “Sekali lagi kami tidak akan melayani pembelian kalau tidak ada kepastian dari pemerintah Luwu Utara. Bagaimana mau berinvestasi dengan baik, kalau selalu saja ada masalah yang muncul. Ini adalah problem yang harus segera mendapat parhatian,” kata dia.

Oleh karena itu, katanya, pemerintah harus menciptakan iklim investasi yang baik sehingga investor mau menanamkan modalnya dan tidak terbebani dengan hal-hal yang membuat mereka enggan untuk berinvestasi.

Selain itu, kata dia, pengusaha juga meminta jaminan kepastian hukum, keamanan, dan kenyamanan berinvestasi sehingga tidak ada lagi kasus seperti yang terjadi saat ini. “”Kasus-kasus seperti ini jang lagi terjadi membuat pengusaha menjadi resah,” ungkapnya.

Di Luwu Utara, kontribusi perusahaan kelapa sawit ini memang cukup positif, dalam setahun memberi konstribusi sampai Rp 30 miliar, belum termasuk bantuan-bantuan terhadap program CSR dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Dalam hal tenaga kerja perusahaan yang baru hadir setahun di Luwu Utara tersebut, telah mempekerjakan sebanyak 150 orang karyawan dan 130 orang buruh bongkar.

Selain itu, konstribusi serapan pembelian hasil pertanian buah sawit dari petani rata-rata mencapai Rp 700 juta dalam sehari atau sekitar Rp 20 miliar dalam sebulan. (LAPORAN : SAMSIR BIRO CELEBESNEWS LUWU UTARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here