Merasa ‘Dilecehkan’ Saat Konvoi, Simpatisan FAS Datangi Posko TP

0
36

PAREPARE, CNews.Com — Euforia berlebihan ditunjukkan oleh Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota kota Parepare, Taufan Pawe – Pangerang Rahim (TP) bersama Tim Suksesnya, usai KPU Parepare mengembalikan Paslon nomor urut satu ini sebagai peserta Pilwalkot Parepare, Jumat sore (25/5/2018).

Mereka melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan sambil memperlihatkan aksi kurang beretika yang sempat memicu reaksi dari pendukung dan simpatisan kubu rival, Faisal Andi Sapada – Asriady Samad (FAS).

Akibatnya, sejumlah pendukung dan simpatisan FAS kemudian mendatangi Posko Induk TP, di Jalan Bau Massepe, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Jumat malam, sekira pukul 22.00 Wita. Mereka tidak terima dengan adanya aksi kurang senonoh dan merasa ‘dilecehkan’ oleh pendukung TP saat menggelar konvoi.

Kedua Tim Paslon sempat saling lempar ocehan, dan beruntung Aparat Kepolisian Resort (Polres) Kota Parepare mampu mengantisipasi sehingga suasana di kedua kubu perlahan kondusif.

Muslimin, salah satu warga di sekitaran Islamic Center mengaku melihat tingkah laku dari pendukung TP yang kurang beretika saat melakukan konvoi.

“Yang kami sayangkan kok baru hasil pleno sudah seperti ini. Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, mereka seakan-akan mengolok-olok pihak yang bersebrangan yang kebetulan Bapak saya menjadi Tim FAS yakni Rahman Mappagilling,” akuh Muslimin.

Ia juga mempertanyakan, sikap euforia yang dimunculkan oleh Tim Paslon itu justru memancing kemarahan pihak lainnya.

“Kami tidak mau turut campur persoalan mereka, yang disayangkan cara mereka tidak beretika,” ujarnya.

Selain itu, Tim FAS, Andi Farida juga mengaku melihat gaya bahasa tubuh yang tidak elok saat rombongan konvoi melintas di depannya.

“Justru parahnya saya diperlihatkan bagian tubuh yang tidak layak,” akuh dia.

Ketua Tim Pemenangan FAS, Yasser Latief mengatakan kejadian itu adalah spontanitas akibat euforia yang berlebihan.

“Celakanya dipimpin sendiri oleh Paslon yang baru-baru saja kembali setelah didiskualifikasi. Bersama paslonnya, mereka pawai keliling kota termasuk lewat di depan Posko FAS sambil menantang. Di beberapa tempat yang sering menjadi tempat kumpul pendukung FAS, mereka berhenti kemudian berteriak-teriak sambil melakukan gaya yang melecehkan,” ungkap Yasser.

“Kalau kemudian ada peristiwa penyerangan, tentu ada sebabnya. Jangan menyalahkan anggota kami,” tambah dia.

Dia pun menyesalkan insiden itu lantaran saat Paslon TP didiskualifikasi oleh KPU, pihak FAS justru diam.

“Tidak ada euforia. Malah, atas saran Paslon FAS, beberapa hari kami tidak kampanye untuk menghindari konflik. Tapi ternyata mereka yang memicu konflik dan itu dipimpin langsung oleh paslonnya,” tandasnya. (Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here