LSM Pers Bakal Monitoring Proyek Bantuan Perumahan Nelayan di Malangke Barat

0
48

LUWU UTARA, CNEWS — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pers Luwu Utara memberi ‘warning’ kepada pihak terkait untuk tidak melakukan spekulasi atau mengubah hasil verifikasi nama-nama warga penerima bantuan perumahan nelayan secara khusus di Kecamatan Malangke Barat, Desa Pengkajoang, Kabupaten Luwu Utara.

LSM Pers sendiri turut mengawal program ini agar tidak salah sasaran dan penerima bantuan rumah diperuntukan kepada warga yang memang berhak sesuai ketentuan.

Dalam verifikasi penerima bantuan rumah bagi nelayan ini, LSM Pers turut menghadirkan tim sebagai refresentasi dari masyarakat untuk melihat secara langsung proses verifikasi dan untuk mengetahui nama-nama warga penerima bantuan dari program sharing pemerintah pusat dan daerah ini.

Tim verifikasi sendiri melibatkan Polsek, Koramil, kepada Desa pengkajoang, Badan Pertanahan, Dinas Perumahan dan Pemukiman yang diwakili kepada seksi perumahan dan standarisasi perencanaan Ilham Yusuf.

Tim LSM Pers, Supriadi Mukmin berharap dengan penetapan nama-nama warga penerima bantuan program ini, bupati dan TP4D diharapkan terus melakukan monitoring agar program ini tidak salah sasaran. “Harapan kami program ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, apalagi penerima bantuan ini adalah masyarakat yang sangat butuh bantuan tempat tinggal,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Sekretaris LSM Pers, Samsir program ini akan terus dimonitoring oleh tim yang telah dibentuk oleh LSM Pers sehingga tidak akan ada perubahan nama penerima setelah dilakukan verifikasi. “Kami akan mengawal program ini karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tidak boleh ada perubahan atau pergantian setelah ditetapkan pada saat dilakukan verifikasi,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan Samsir, dengan tim monitoring yang dibentuk oleh LSM Pers sekaligus untuk memastikan pembangunan perumahan ini tidak salah sasaran yang nantinya ditempati oleh mereka yang tidak berhak atau terdata. “Kita banyak pengalaman di daerah ini banyak yang salah sasaran, justru hanya di tempati oleh orang-orang mampu atau memiliki ekonomi cukup mapan. Nah, di Luwu Utara ini kita tidak mau itu terjadi dan kami akan selalu melakukan pengawasan,” kata Samsir. (BIRO LUWU UTARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here