Aniaya Panwas, Kepala Sekretariat KPU Makassar, Sabri Dilapor Polisi

0
37

MAKASSAR — Kepala Sekretariat KPU Makassar Sabri dilaporkan ke polisi karena diduga telah menganiaya Anggota Panwascam, Rusli. Akibat penganiayaan ini, Rusli dilarikan ke rumah sakit guna menjalani visum.

“Kami keberatan dan mengutuk tindakan tidak terpuji ini,” kata Ketua Panwaslu Makassar, Nursari, di Hotel Maxone, Jalan Taman Makam Pahlawan Makassar, lokasi berlangsungnya rekapitulasi suara, Jumat 6 Juli 2018.

Menurut Nursari, kekerasan oleh Kepala Sekretariat KPU Sabri, terhadap anggotanya terjadi saat Panwas mengawasi jalannya pembacaan hasil perolehan suara Pilwakot. perbuatan Sabri ini menghalangi – halangi Panwas yang juga adalah penyelenggara Pilkada.

Sesuai dengan kewenangannya, Panwas melakukan pengawasan untuk memastikan tidak terjadinya kecurangan saat rekapitulisasi perolehan suara. “Karena kami ketat mengawasi, tiba – tiba Sekretaris KPU langsung marah dan menghalangi rekan panwascam kami, ” terang Nursari.

Anggota KPU Makassar Rahma Saiyed membantah ada pemukulan oleh pejabat KPU Makassar. “Didorong karena yang bersangkutan berada di daerah KPU Kota,” kata Rahma.

Menurut Rahma, Anggota Panwas Kecamatan Sangkarrang yang diduga dianiaya memasuki wilayah terlarang. “Sejak kemarin diberitahu, jangan ke situ,” ujar Rahma.

Humas Panwaslu Kota MakassarMohammad Maulana, mengatakan, ada beberapa keganjilan yang terjadi pada proses pelaksanaan rekapitulasi KPU Makassar.

Seperti terbatasnya akses Panwaslu Kota Makassar dan Panwascam melihat seluruh proses penyelenggaraan rekapitulasi suara. “Kami juga merasa aneh, mengapa Kepala Sekretariat KPU Kota Makassar ini sangat reaksioner.

Apa yang ditakutkan dengan pengawasan yang kami lakukan. Ada apa dalam penyelenggaraan rekap ini,” kata Maulana. Panwaslu Kota Makassar berjanji akan melakukan tindakan hukum terhadap pelaku kekerasan dan pihak yang mencoba menghalang – halangi Panwas sebagai penyelenggara. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here