Penyidik KPK Bawa 4 Kardus dan 4 Koper Hasil Geledah Rumah Dirut PLN

0
43

Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai melakukan penggeledahan di rumah Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, Jalan Taman Bendungan Jatiluhur II, Benhil, Jakarta Pusat, Minggu (15/7). Penggeledahan ini terkait kasus suap yang melibatkan anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dengan Bos PT Blackgold Natural Recourses Limited, Johanes B Kotjo.

Pantaun media di lokasi penggeledahan, tim yang berjumlah 10 orang penyidik yang melakukan penggeledahan di rumah Sofyan Basir itu keluar sekitar pukul 19.06 WIB. Saat itu para penyidik menggunakan masker berwarna hijau dan rompi berwarna cokelat.

Para penyidik keluar dari rumah Sofyan melalui pintu belakang rumahnya yang memang rumahnya tersebut berbentuk seperti huruf ‘L’. Saat keluar, para penyidik membawa empat koper dan juga empat kardus berukuran cukup besar.

Ketika keluar dari rumah, para penyidik langsung menuju mobil merk Toyota Avanza yang berjumlah empat yang sudah menunggu sejak dari awal penggeledahan. Para penyidik juga tak ada yang memberikan statment satu pun terkait hasil penggeledahan.

Sampai saat ini, kondisi rumah Sofyan masih nampak terlihat gelap di bagian halam depan rumah maupun belakang rumahnya. Yang ada hanyalah sebuah mobil sedan dengan ditutup kain berwarna silver yang terparkir di halaman dalam rumah Sofyan.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara Sofyan Basir. Hal ini terkait pengembangan kasus dugaan suap PLTU Riau-1.

“Benar, ada penggeledahan di rumah Dirut PLN yang dilakukan sejak pagi ini oleh tim KPK dalam penyidikan kasus suap terkait proyek PLTU Riau-1,” kata Jubir KPK Febri Diansyah, Minggu (15/7).

Menurut Febri, saat ini tim KPK masih berada di rumah pribadi Sofyan yang berada di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Penggeledahan dilakukan dalam rangka menemukan bukti yang terkait dengan perkara.

“Kami harap pihak-pihak terkait kooperatif dan tidak melakukan upaya-upaya yang dapat menghambat pelaksanaan tugas penyidikan ini,” tegas Febri.

Selain itu, KPK juga menggeledah rumah Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih (EMS) yang telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap fee proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Eni ditangkap dalam OTT pada Jumat (13/7) sore di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham di Jalan Widya Chandra IV Jakarta Selatan. Dalam OTT kemarin, KPK juga mengamankan suami dan keponakan Eni di tempat yang berbeda. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here