Ditemukan Nyaris Tenggelam, Ibu Lurah Ini Selamat Setelah Pura-pura Mati

0
122

Lurah Penataban, Kecamatan Giri di Banyuwangi bernama Wilujeng Esti Utami (53) ditemukan oleh warga di sungai Sere di Dusun Sendangrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo dalam keadaan mengenaskan.

Korban masih hidup namun tangan kaki terikat serta kepala ditutup tas plastik hitam. Korban ditemukan nyaris tenggelam pada Selasa malam (31/7/2018).

Saat ditemukan, Wilujeng Esti Utami masih menggunakan baju adat kebaya hitam dan kain batik khas Banyuwangi yang merupakan seragam PNS khusus hari Selasa. Terdapat beberapa luka lebam di bagian tubuh korban.

Warga menyelamatkan perempuan tersebut saat mendengar teriakan suara meminta tolong dari tengah sungai sekitar jam 10 malam.

“Korban ditemukan dalam keadaan hidup dengan luka di kepala, dan lebam di leher serta dadanya. Lalu oleh warga, korban diselamatkan dan dibawa ke puskesmas,” jelas AKP Watiyo, Kapolsek Bangorejo Kabupaten Banyuwangi, Rabu (1/8/2018) Dari keterangan, korban awalnya diajak pelaku untuk menemui Gus Makki di Pondok Pesantren Blokagung.

Nama Gus Makki dikenal sebagai Ketua PCNU Banyuwangi. Namun oleh pelaku, korban tidak langsung diajak ke Blokagung, namun diajak bekeliling hingga ke Kalibaru.

Korban dianiaya di dalam mobil milik pelaku. Untuk menyelamatkan diri, korban berpura-pura mati. Pelaku kemudian mengikat tangan dan kakinya dan melemparnya ke sungai.

Barang-barang pribadi milik korban termasuk uang tunai sebesar Rp 60 juta yang rencananya akan diberikan kepada Gus Makki dan tas yang berisi identitas pribadi, kwitansi pinjaman dari pelaku serta satu buah handphone dibawa oleh pelaku.

“Kita masih gali informasi tentang alasan mengapa korban membawa uang tunai dan apa hubunganya dengan pelaku. Sebelumnya korban dijemput di kantor kelurahan, dan oleh pelaku disuruh bawa uang untuk diserahkan ke Gus Makki,” jelas Kapolsek.

Saat ini, pihak kepolisian sudah mengantongi dua nama pelaku yang diduga adalah oknum LSM dan wartawan gadungan.

“Kita sudah limpahkan kasus ini ke Polres Banyuwangi. Tadi malam,korban dijemput oleh keluarganya untuk dibawa pulang dan sekarang dijaga oleh polsek setempat. Korban masih dalam keadaan shock,” kata Kapolsek.

sementara itu Muhammad Ali Makki ayau Gus Makki, ketua PCNU Banyuwangi, Rabu (1/8/2018), mengaku tidak mengenal nama-nama yang terlibat dalam kasus tersebut termasuk korban Wilujeng Esti Utami, lurah Penataban Kecamatan Giri.

“Saya tidak kenal dengan nama orang-orang tersebut karena memang tidak pernah bertemu. Ini fitnah dan murni pencatutan nama,” jelas Gus Makki.

Saat kejadian, menurut Gus Makki, dia sedang menghadiri pengajian halal bihalal bersama guru-guru Madrasah se-kecamatan Bangorejo.

Dia juga menjelaskan jika pondok pesantrennya bukan di Blokagung tapi di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Desa Parijatah Kulon Kecamatan Srono. “Bisa jadi Gus Makki yang lain bukan saya. Namun saya tetap meminta kepada polisi untuk memproses sesuai dengan dengan undang-undang yang berlaku,” jelasnya. (kmp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here