Motif Pengeroyokan Sekretaris DPD II Golkar Majene dan Jurnalis TVRI Sulbar Terungkap, Tersinggung Gara-Gara Postingan di Media Sosial

0
8

MAJENE — Motif pengeroyokan yang dialami Sekretaris Partai Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif dan Jurnalis TVRI Sulbar, Rahmat Tahir, terkuak. Dua pelaku yang menyerahkan diri mengaku kesal dengan postingan Irfan di media sosial.

Dua tersangka yang diamankan yakni, Ishak alias Icca (34) dan Arding alias Adding (38). Keduanya warga Mamuju Tengah. Kepada awak media, Ishak mengaku tidak ada yang menyuruhnya menganiaya Irfan. Murni inisiatif sendiri.

Ishak mengaku jika ia memukul korban lantaran tersinggung atas positngan Irfan Syarif di media sosial yang menyebut Bupati Mateng Aras Tammauni hanya mengandalkan uang dalam penanganan Covid-19. Apalagi, Irfan Syarif warga Majene, bukan Mateng.

“Kalau Majene, ya urusi saja Majene. Bukan Mateng. Saya pukul karena inisiatif sendiri, tidak ada yang suruh. Tidak ada kata-kata salam dari bupati Mateng sebelum pemukulan. Itu tidak benar,” kata Ishak ke awak media saat digelandang ke sel usai rilis barang bukti dan tersangka di Polresta Mamuju, Kamis, 6 Agustus.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Syamsuriyansah mengatakan, memang ada beberapa orang bersama dua tersangka ini saat kejadian. Kendalanya, mereka tak tak tahu siapa. Namun, dua tersangka ini menjadi titik terang dalam mengungkap kasus tersebut.

“Dua pelaku ini mengakui jika dia penganiayaan kepada korban. Dan, sebagian besar orang yang ada di kejadian di situ ikut melerai. Tapi, kami mau dalami lagi, cari saksi dan fakta yang dapat menguatkan keterangannya,” katanya.

Terkait adanya dugaan aktor intelektul, AKP Syamsuriyansah tak ingin terburu-buru. Pihaknya bakal bekerja profesional dan terus mendalami kasus ini.

AKP Syamsuriyansah menyebutkan, bukti yang dikumpulkan diantaranya, satu unit CD yang berisi rekaman CCTV, satu unit handpone dan satu baju kaos merah yang dipakai tersangka. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here