Demokrat dan NasDem Klaim Soal Inisiator Insentif RT/RW Rp1 Juta

0
2

MAKASSAR — Hubungan dua partai politik (Parpol) pendukung Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Makassar tahun 2020 memanas. Hal itu dilatari dengan adanya saling klaim siapa inisiator insentif atau uang perangsang kerja Ketua RT/RW sebesar Rp1 juta itu.

Awalnya, Adi Rasyid Ali (ARA) dari Fraksi Demokrat yang juga pengusung Paslon Nomor Urut 2, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (APPI-ARB) mengklaim kebijakan insentif untuk Ketua RT/RW adalah inisiatif Badan Anggaran Badan Anggaran (Banggar).

Bahkan Wakil Ketua DPRD Makassar itu dengan tegas menyampaikan ide tersebut melalui ketukan palu di Banggar, bukan dari Wali Kota Makassar yang saat itu dipimpin Mohammad Ramdhan Pomanto.

“DP hohong sebut ide insentif RT/RW itu dari dirinya. Ide itu dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Makassar,” kata ARA akronim namanya melalui meme yang beredar.

Pernyataan ARA rupanya membuat kubu pendukung Paslon Nomor Urut 1, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA), angkat suara.

Legislator Partai NasDem, Supratman, mengatakan, informasi yang disampaikan ARA terkait ide pemberian insentif sebesar Rp1 juta bukan dari Danny Pomanto perlu diluruskan.

Sebagai salah satu Anggota Banggar di DPRD Kota Makassar, saat Danny Pomanto menjadi Wali Kota, Supratman mengaku ide pemberian insentif Rp1 juta untuk merangsang gairah kerja Ketua RT/RW di Makassar. Usulan itu, kata dia, murni berasal dari Danny Pomanto.

“Ide ini sudah ada dituliskan dalam visi misi Pak Danny sebelum terpilih menjadi Wali Kota Makassar. Jadi kalau ada yang bilang Pak Danny bohong, itu keliru,” ungkap Supratman melalui rilis yang dibagikan, Minggu (18/10/2020).

Lebih jauh ia menjelaskan, setelah Danny terpilih, ide insentif ini tidak bisa langsung diwujudkan. Karena di awal memimpin, Danny Pomanto hanya diwarisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 500 miliar.

Tahun 2016, PAD Makassar meningkat hampir Rp 900 miliar. Usulan Danny menaikkan insentif pun belum bisa diterima DPR. Karena janjinya Rp 1 triliiun.

Tahun 2017, Danny Pomanto berhasil menaikkan PAD menjadi Rp 1,3 triliun. Dari dasar itu, usulan insentif Rp 1 juta untuk Ketua RT dan RW langsung dimasukkan dalam rencana kerja dan anggaran (RKA).

“DPR hanya menyetujui. Jadi kalau ada yang bilang Pak Danny Bohong, itu keliru,” tungkasnya.

“Kalau urusan di laut jangan dibawa ke darat. Jadilah politisi yang baik. Kalau program baik. Harus didukung,” tambah Supratman.

Meski sering mengkritik kebijakan Danny Pomanto, Supratman mengaku tetap mendukung program positif yang bermanfaat bagi warga Kota Makassar.

Selama menjadi Wali Kota, Danny Pomanto diakui Supratman berhasil membuka banyak lapangan kerja. Memberdayakan masyarakat di lorong-lorong. Termasuk merekrut laskar drainase di setiap kelurahan, swakelola anggaran kelurahan, satgas pajak, dan banyak lagi peluang kerja yang terbuka untuk warga.

“Ini adalah salah satu capaian yang luar biasa. Tidak ada alasan, tanggal 9 Desember 2020 harus coblos nomor 1,” tuturnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here