Covid-19 Masih Tinggi, Legislator Makassar, Wahab Tahir Minta Penerapan Belajar Tatap Muka Jangan Asal-asalan

0
70

MAKASSAR — Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir mendorong adanya kawasan percontohan penerapan belajar tatap muka bagi siswa di setiap tingkatan. Wilayah terluar Makassar atau kepulauan dianggap menjadi kawasan yang paling cocok untuk percontohan tersebut.

Mobilitas masyarakat yang rendah di wilayah kepulauan ditambah wilayahnya terpisah dengan daratan utama menjadi kriteria yang tepat untuk memastikan penerapan sekolah tatap muka aman ke depannya.

“Jadi kita minta buat contoh di wilayah pulau dulu, di pulau kan seperti yang saya bilang orang masuk dan keluarnya itu sama, penduduknya kan sama, ketimbang di wilayah daratan,” katanya saat dihubungi, Kamis (17/12/2020).

Namun tentunya kata Legislator Golkar ini harus dibarengi dengan penerapan protokol sesuai juknis yang akan berlaku nantinya.

Wahab juga mengkhawatirkan siswa sekolah dasar karena dianggap paling beresiko dengan penerapan sekolah tatap muka 2021 mendatang.

Tingkat kedisiplinan SD cenderung lebih rendah dibanding siswa SMP apalagi SMA, lantaran psikologi anak-anak belum mampu mencerna baik situasi yang ada.

“SD itu masih suka main, bercanda, sehingga dikhawatrikan mereka tukar menukar masker, jadi ini jadi persoalan yang harus dicari caranya,” katanya.

Demikinan pula dengan jumlah rombongan belajar (rombel) meski jelas akan dipangkas hingga setengah, namun tidak ada jaminan hal ini bisa berjalan efektif.

Olehnya penerapan wilayah percontohan di wilayah kepulauan ini dianggap penting sebagai tolak ukur juknis yang ditetapkan nanti.

Lebih jauh Wahab mengatakan penerapan sekolah tatap muka di daerah selayaknya tidak boleh dilakukan asal-asalan. Situasi daerah jelas berbeda dengan sekolah SMA yang dinaungi oleh Provinsi. Butuh kehati-hatian dan perlu dijaga oleh seluruh pihak.

“Ini tidak boleh asal, kalau SD sama SMP itu harus dipikir baik karena tingkat pelanggaran itu berpotensi tinggi,” pungkasnya.

Penawaran ini bukanlah sekali diberikan oleh dewan. Namun, wacana tersebut belum bisa direalisasikan, lantaran Pemkot Makassar khawatir adanya pelonjakan penularan covid-19 utamanya bagi anak-anak.

Di tempat berbeda, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menegaskan pembukaan sekolah tatap muka mesti mendapat persetujuan orang tua. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here