Covid-19 Meningkat Tajam, Kadis Pendidikan Makassar Sebut Sekolah Tatap Muka Awal 2021 Akan Ditinjau Kembali

0
57

MAKASSAR — Kebijakan sekolah tatap muka di Kota Makassar yang awalnya direncanakan akan diterapkan awal 2021, kemungkinan besar akan ditunda.

Ketua tim konsultan penanganan Covid-19 Sulsel Prof. Ridwan Amiruddin menilai, pembukaan sekolah bukan kebijakan tepat di tengah kondisi sulit sekarang ini.

“Sekolah tatap muka sangat tidak memungkinkan dan berisiko bagi peserta didik,” kata Ridwan saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Rabu (23/12/2020).

Ridwan menyebutkan, kasus Covid-19 saat ini sedang menuju puncak dengan penambahan kasus 400 hingga 500 lebih, positif ratenya diangka 17 sampai 20 persen. Sangat berisiko untuk dilakukan tatap muka.

“Melanjutkan kebijakan ini sama saja dengan melakukan pembiaran kepada anak didik, hal tersebut sangat tidak dibenarkan mengingat kesehatan siswa adalah hal yang utama dan patut jadi perhatian semua pihak,” paparnya.

Orang Tua salah satu siswa di Kota Makassar, Herlina mengaku tidak setuju jika sekolah tatap muka akan diberlakukan di Kota Makassar dalam kondisi pandemi yang meningkat tiap harinya.

“Tidak setuju ka, rawan sebenarnya, tapi kalau begitu peraturannya, jadi terpaksa, meski was-waski nah,” ungkapnya.

Ia berharap sekolah secara daring tetap diberlakukan hingga situasi kembali membaik.

“Kalo bisa sampai kasus kembali berkurang, kan sempat turun, cuma ini naik lagi. Di daerah lain sudah banyak klaster pesantren,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Irwan Bangsawan mengungkapkan pihaknya tidak ingin gegabah dalam mengambil langkah pemberlakuan sekolah tatap muka.

“Kondisi Kota Makassar sesuai dengan data yang ada pada kami bahwa kasus Covid-19 ini meningkat semakin tajam,” ungkapnya.

Pasalnya berdasarkan data yang dirilis oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Makassar yang dimiliki Disdik Kota Makassar, Kasus Covid-19 pada rentang usia 10-19 tahun pada tanggal 06 Desember 2020 mencapai 536 orang, sementara pada 20 Desember meningkat menjadi 698 orang.

“Artinya kalau Januari sangat tidak memungkinkan dibuka karena covid ini belum terkendali dengan baik, sesuai penyampaian Bapak Gub sekolah tatap muka akan ditinjau kembali,” tambahnya.

Ia memastikan selama penerapan sekolah daring, Disdik Kota Makassar tidak pernah mengeluarkan ijin pelaksanaan sekolah tatap muka, di masa pandemi Covid-19.

“Memang belum pernah diijinkan sekolah tatap muka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irwan Bangsawan menuturkan sebelum pemberlakuan sekolah tatap muka, pemerintah akan fokus pada pengendalian Covid-19 terlebih dahulu.

“Kalau tidak dikendalikan kan tidak mungkin kita buka. Kita tidak mau coba coba kemudian menjadi bermaslah kedepannya. Arahan Bapak Gubernur dan Wali Kota kemarin bahwa tidak ada yang boleh coba coba dalam hal membuka ini harus diperbaiki dulu,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here