DPRD Makassar Minta Kajian Terukur Sebelum Sekolah Tatap Muka Dibuka

0
46

MAKASSAR — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar meminta pemerintah kota melakukan kajian dan penelitian secara mendalam ihwal wacana pembukaan sekolah tatap muka tahun 2021.

Sekretaris Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat, Sahruddin Said menyebut sebelum kebijakan sekolah tatap muka dibuka, ia meminta ada tolak ukur terlebih dahulu.

“Harus ada tolak ukur bahwa tidak ada kemudharatan yang dihasilkan dari kebijakan tersebut,” kata Sahruddin Said, Senin, 28 Desember 2020.

Polisi PAN tersebut mengaku khawatir bila tak ada kajian secara mendalam, sekolah tatap muka akan membawa banyak mudharat.

“Kita niatkan kebaikan tapi jangan sampai justru yang kita dapat adalah keburukan. Sekali lagi perlu kajian dan penelitian terukur. Pemerintah jangan gegabah,” ungkapnya.

Kegiatan belajar tatap muka tahun 2021 seyogyanya mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan.

“Melihat dari jumlah yang terinfeksi Covid-19 di Makassar tidak terlalu signifikan penurunannya. Justru semakin melonjak dari waktu ke waktu. Perlu ditegaskan, hukum tertinggi adalah keselamatan manusia,” ujarnya.

Menurutnya, cara berpikir orang dewasa dengan siswa SD atau SMP dalam menyikapi era kenormalan baru sangat berbeda. Termasuk, cara mereka berinteraksi dengan teman-teman sebaya.

“Ini yang menjadi PR semua pihak. Perlu rapat bersama seluruh pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, tenaga pendidik serta orang tua murid. Ini menyangkut keselamatan jiwa manusia,” ungkap Sahruddin.

Sehingga ia meminta jika sekolah kembali dibuka, mesti ada regulasi, formulasi yang terukur. Sekolah juga wajib menyediakan masker, fasilitas cuci tangan dan prosedur kesehatan penunjang lain.

“Ini kewajiban sekolah,” sebutnya.

“Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kluster di sekolah. Apakah orang tua siswa mau menandatangani pakta integritas terkait hal ini. Artinya ini sangat dilema. Cari jalan keluar dengan melakukan penelitian ilmiah. Misalnya jam belajar dikurangi, jumlah siswa yang belajar tatap muka digilir, regulasinya diubah, perketat prokes, tidak ada jam istirahat,” sambungnya kemudian.

Sebelumnya, Plt Disdik Makassar, Andi Irwan Bangsawan menilai kondisi pandemi Covid-19 di Makassar masih belum dikendalikan dan terus ada peningkatan kasus. Sehingga pihaknya masih ragu untuk sekolah tatap muka tahun depan.

“Hasil survei di lapangan, kondisi masih rawan untuk buka sekolah. Saya menegaskan bahwa sekolah tatap muka untuk sampai hari ini,” katanya.

Menurut Irwan, pihaknya masih berupaya untuk mengendalikan Covid-19. Apabila ini dapat diatasi, kata dia, barulah bisa berbicara soal jadwal pembukaan sekolah.

“Kondisi sekarang Makassar walaupun dalam zona orange tapi kita harus perhatikan bagaimana bisa dikendalikan Covid-19,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua IDI Kota Makassar Siswanto Wahab mengingatkan ada tiga poin penting untuk masa depan anak, yakni hak anak hidup, hak anak sehat dan hak anak mendapatkan pendidikan.

“Ada peningkatan jumlah kasus signifikan setelah pembukaan sekolah telah dilaporkan di banyak negara, sekalipun negara maju. Seperti saja Korea Selatan, Prancis, dan Amerika Serikat,” kata Siswanto, Kamis, 3 Desember 2020.

Ia menegaskan perlu adanya perhatian yang mencakup dukungan untuk kesehatan dan kesejahteraan anak, yakni penundaan pembukaan sekolah untuk kegiatan pembelajaran tatap muka sampai vaksin Covid-19 sudah ada.

“Ini tentu saja memiliki andil yang cukup besar untuk menurunkan transmisi,” tuturnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here