DPRD Makassar Beri Rapor Merah Pada Pj Wali Kota

0
41

MAKASSAR — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar memberi rapor merah atas kinerja Penjabat Wali Kota, Rudy Djamaluddin selama memimpin Makassar.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar Sahruddin Said menilai kehadiran Rudy tak membawa perubahan berarti bagi kemajuan kota.

Aspek kesehatan, ekonomi, sosial, dan pendidikan dinilai tak mengalami perbaikan signifikan, bahkan cenderung semakin terperosok.

Berdasarkan indikator penilaian dari 1 sampai 10, Ajid memberi angka 5 terhadap kinerja Pj Wali Kota Rudy.

Menurutnya, sejumlah indikator penilaian ihwal pemerintahan yang sehat tak mampu dipenuhi Pj Rudy. Salah satunya, mendengar suara masyarakat dan perwakilan rakyat.

“Pj Rudy saya lihat selalu mau memaksakan kehendak. Saya tidak tahu apakah ini instruksi gubernur atau keinginan pribadi,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Sahruddin Said, Selasa, 29 Desember 2020.

Penjabat Wali Kota Rudy terkesan jalan sendiri dan kebijakannya kerap kali bertentangan keinginan masyarakat dan legislatif.

Ajid, sapaannya, mengatakan jauh hari telah mengingatkan pemerintah kota untuk tak membangun jalur Pedestrian Jalan Metro Tanjung Bunga.

“Pasti tidak akan jalan, dan sekarang terbukti mangkrak. Di sisi lain yang punya lahan belum semua setuju. Hanya 3 orang yang menghibahkan tanahnya,” ungkapnya.

Selain itu, sejumlah regulasi dari pemerintah kota dinilai tak tepat, seperti tender yang ada di LPSE Makassar yang dipaksakan.

“Bulan November per 20-an ke bawah masih ada tender yang nilainya sampai miliaran dan berbentuk fisik. Kalau kita rasionalisasikan tidak mungkin jalan,” tuturnya.

Politisi PAN ini menilai anggaran tersebut seharusnya ditarik dan dijadikan APBD Pokok 2021. Hal ini dinilai lebih tertib, aman, dan akan selesai tepat waktu.

“Apa sebenarnya tujuan Pj ini melakukan sesuatu di luar dari kesesuaian kerja,” ungkapnya.

Ajid mengatakan saat ini terjadi banyak kemunduran di Kota Makasssar. Mulai dari sisi regulasi hingga penurunan PAD yang jauh dari target.

Selain itu, Ajid mengatakan sejak awal tugas Pj Wali Kota adalah meminimalisir penularan Covid-19 di Makassar. Sehingga mesti memiliki gagasan dan kreativitas yang baik.

Kendati memliki gelar profesor, Ajid mengatakan menyelesaikan persoalan di Kota Makasssar butuh keterlibatan semua pihak. Bukan hanya pikiran eksekutif.

“Tidak semua ilmu kita tahu walau profesor, buktinya tidak ada perubahan signifikan sejak Pj Rudy menjabat, mulai dari aspek kesehatan, sosial, dan pendidikan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here