Soal Pembatasan Jam Malam, Legislator Makassar, Hasanuddin Leo Minta Jangan Egois

0
25

MAKASSAR — Pembatasan jam operasional atau pemberlakuan jam malam di Kota Makassar telah berkahir tadi malam, Minggu (10/1/2020). Namun terkait apakah akan diperpanjang atau tidak, belum ada putusan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Menurut anggota legislatif Kota Makassar dari Komisi B, Hasanuddin Leo soal perpanjangan baru akan dibahas hari ini Senin (11/1/2020) oleh Pemkot Makassar bersama stakeholder terkait.

“Sebentar malam dirapatkan, di evaluasi kondisi terkini, bagaimana hasilnya jam malam dalam satu minggu terakhir. Jadi mungkin besok baru ada putusannya pemerintah kota,” kata Hasanuddin Leo pada Makassartoday.com, Senin (11/1/2020).

Menurut legislator dari Fraksi PAN itu, penerapan jam malam di Makassar adalah salah satu alternatif untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Penerapan jam malam sendiri juga dinilai sebagai salah satu tanggung jawab pemerintah terhadap warganya untuk memberikan perlindungan agar terhindar dari penyakit yang mendunia itu.

“Kalau pemerintah tidak melakukan (jam malam) juga akan disalahkan sehingga sayakira dampak positifnya ada. Cuman kalau bicara dari sisi ekonomi memang agak merugikan tetapi kan nilai kesehatan jauh lebih besar dibandingkan nilai ekonomi itu sendiri,” tungkasnya.

Lanjut, Hasanuddin Leo menyampaikan agar masyarakat serta para pelaku usaha harus bersinergi dengan pemerintah dalam melawan penyebaran virus Covid-19. Kata dia, baik pemerintah maupun pelaku usaha sama-sama mengalami kerugian yang cukup besar akibat dampak dari penerapan jam malam itu sendiri.

“Kita jangan egois, karena pemerintah juga kalau diadakan jam malam menderita juga karena tidak ada pemasukan dari segi pajak dan retribusi. Kalau atas nama kesehatan itu semua tersingkirkirkan. Jadi masyarakat dan pengusaha harus punya pengertian dan bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung kebijakan-kebijakan itu karena tidak ada yang diuntungkan,” terangnya.

Adapun perihal wacana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang juga hangat jadi perbincangan banyak kalangan, Hasanuddin Leo menyarankan agar Pemkot Makassar lebih siap dari PSBB sebelumnya apabila hal itu jadi diterapkan.

“Artinya harus siap membantu masyarakat yang berusaha dan seterusnya. Menjamin kehidupan mereka, minimal dengan sembakonya sehingga itu semua menjadi pertimbangan didalam menetapkan peraturan atau keputusan,” tungkasnya.

Sementara, Pejabat (PJ) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin yang juga ikut dikonfirmasi perihal perpanjangan jam malam mengaku belum bisa mengambil keputusan.

“Ini sementara kita kaji. Sebentar siang saya coba koordinasikan dengan tim epidemiolog bagaimana efektivitas pembatasan yang sudah kita lakukan dalam dua minggu ini,” ujar Rudi saat ditemui di Rumah Jabatan (Rujab).

“Kalau memang efektivitasnya bagus terkait dengan pengendalian Covid-19, tentu layak kita teruskan, tetapi kalau efektivitasnya tidak terlalu signifikan tapi justru signifikan menghantam ekonomi kita khususnya UMKM, tentu kita akan cari formulasi baru, langkah-langkah baru yang lebih baik,” kuncinya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here