Sekretariat DPRD Makassar Pertimbangkan Lakukan Opsi Lockdown

0
39

MAKASSAR — Sekretariat DPRD Kota Makassar mempertimbangkan opsi lockdown untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di lingkup kerja Dewan.

Opsi itu muncul setelah beberapa anggota DPRD Makassar terkonfirmasi terpapar virus Covid-19, bahkan baru-baru ini satu diantaranya meninggal dunia dengan status positif.

Kepala Bagian (Kabag) Humas DPRD Makassar, Taufiq Nadsir saat dikonfirmasi akan informasi tersebut mengatakan putusan itu baru akan diambil pada Kamis (14/1/2021) nanti.

“Nanti kamis kepastiannya, agenda rapat konsultasi pimpinan,” ujar Taufiq melalui pesan WahtsApp, Selasa (12/1/2021).

Rencana lockdown sendiri sempat dijadwalkan dilakukan kemarin, Senin (11/1/2021) akan tetapi sejumlah unsur pimpinan, termasuk Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo absen karena tugas luar kota, sehingga diundur sampai seluruh pimpinan hadir di tempat.

Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile saat diwawancara mengatakan rencana lockdown menjadi opsi pihaknya dalam menyikapi tingginya kasus Covid-19 di Kota Makassar termasuk di lingkup DPRD Makassar sendiri.

Ia menyebut, tingginya kasus di gedung DPRD Makassar tidak bisa dianggap enteng terlebih peningkatannya cukup signifikan sejak swab terakhir di bulan Desember.

“Dengan kondisi ini, kita juga mengerti di lain sisi rakyat juga perlu dilayani oleh kita sebagai wakil rakyat jadi semua itu akan jadi pertimbangan,” tungkasnya.

Sementara itu, dari pantauan Makassartoday.com di gedung DPRD Makassar terlihat sangat sepi, sebagian pegawai memilih bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH). Bahkan para anggota DPRD Makassar tidak satupun terlihat masuk kantor, hal itu terlihat dari ruang-ruang komisi yang kosong. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here