Dewan Sesalkan Dana Hibah Pariwisata Tak Cair

0
36

MAKASSAR — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar angkat suara terkait keluhan sejumlah pengusaha hotel.

Sebelumnya, para pengusaha sektor pariwisata di Makassar mempertanyakan pencairan dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang tak kunjung disalurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, William Laurin menyayangkan sikap Pemkot Makassar yang tidak menyalurkan dan hibah dari kementerian untuk sektor perhotelan dan resto. Mengingat dana hibah tersebut sangat dibutuhkan oleh pengusaha di tengah pandemi virus Corona ini.

“Memang sangat disayangkan tidak disalurkan,” katanya, Selasa (2/2/2021).

Karena, kata dia, dana hibah tersebut mestinya disalurkan tahun 2020 lalu, kalau sampai sekarang belum tersalurkan maka kumungkinan besar pelaku usaha hotel dan resto akan gigit jari.

Padahal selama masa pandemi virus Corona ini, segala sektor perekonomian merasakan dampaknya, untuk itu dana hibah itu sangat membantu pelaku usaha.

“dana hibah untuk membantu para pelaku usaha khususnya di sektor perhotelan dan resto dan terancam lenyap,” jelasnya.

Lebih jauh, secara aturan dana hibah dari kementerian tidak membolehkan pengalihan anggaran dari tahun anggaran yang berbeda.

“Inikan sudah lewat tahun anggaran, dari kementrian juga tdk membolehkan pengalihan,” sebutnya.

“Ini menjadi pelajaran yang sangat berarti sehingga ke depan jangan sampai terjadi seperti itu lagi, karena ini merupakan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh pelaku ekonomi perhotelan dan restoran,” tuturnya.

Sebelumnya, dana hibah yang digelontorkan Kemenkraf kepada Pemkot Makassar sebesar Rp48 Miliar harus ditarik kembali.

Padahal, dana tersebut seharusnya digunakan untuk membantu restoran dan industri perhotelan yang terdampak Covid-19. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here