Mantan Narapidana Bongkar Pungli di Rutan, Dipaksa Beli Dagangan Petugas

0
93

Mantan narapidana Rutan Medaeng Surabaya, Dian Purnomo membongkar praktik pungutan liar (pungli) petugas di dalam Rutan. Dian menceritakan bagaimana cara para petugas di dalam Rutan Medaeng tersebut mencari uang.

Ia mengungkapkan, di rutan itu ada petugas yang bahkan membisniskan kamar tahanan hingga memaksa para narapidana membeli dagangannya dengan harga yang tidak wajar.

“Memang benar di rutan itu perputaran uang itu sangat besar sekali,” kata Dian dalam sebuah diskusi yang digelar YLBHI secara daring, Selasa 9 Februari 2021.

Ia pun menceritakan terkait oknum petugas di rutan tersebut yang berjualan es milo seharga tidak wajar, Rp20 ribu dan semua tahanan wajib membeli dagangan petugas tersebut.

“Ada yang jualan es milo itu Rp 20 ribu, jadi tiap kamar itu dikasih satu, satu, satu, pokoknya disuruh beli,” ungkap Dian.

Mengutip Suara.com, Dian masuk penjara setelah divonis bersalah atas perusakan aset milik PT Ciputra Development Tbk di Waduk Sepat pada 2018.

Dian mengaku bahwa pungli tersebut ia rasakan bersama tahanan lainnya dari awal masuk hingga ke luar dari penjara.

Selain itu, Dian juga mengungkapkan ada petugas yang menawarkan jasa cukur rambut. Setiap tahanan yang baru masuk pasti akan melewati proses penggundulan kepala.

Namun, kata Dian, petugas tersebut mematok tarif kepada tahanan yang tidak ingin rambutnya dipangkas habis alias dipelontos.

“Kalau tidak mau gundul plontos tinggal satu sisir, itu bayar Rp 20 ribu. Kalau tidak mau dipotong itu bisa bayar Rp 500 sampe Rp 2 juta,” bebernya.

Tak hanya itu, lanjut Dian, untuk masalah besuk pun dibisnisi oleh petugas. Siapapun tahanan yang dibesuk, ia akan ditagih Rp50 ribu oleh petugas tanpa ada kejelasan apapun.

Sementara itu, sudah menjadi rahasia umum kalau ada ‘ongkos’ bagi para tahanan yang ingin tidur dengan nyenyak. Saat itu, Dian sudah selesai menjalankan masa karantina dan akan pindah ke blok tahanan.

Bahkan, menurut Dian, ada yang menawarkan untuk bisa tidur di lantai keramik 40×40 cm dengan harga Rp 200 ribu. Semakin banyak fasilitas yang diterima, maka semakin dalam para tahanan merogoh koceknya.

“Kalau di kamar itu Rp 800 ribu. Mingguannya ada yang Rp 30 ribu itu relatif, ada yang sampai tidur yang di kamar itu sampai ada yang Rp 4-10 juta tergantung fasilitasnya,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here