Giat Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali Gelar Sosialisasi Layanan Kesehatan

0
24

MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA), melaksanakan Sosialisasi Peraturan (Sosper) Perundang-undangan Tahun Anggaran 2021, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2009 di Hotel Maxone, Jalan Taman Makam Pahlawan, Jumat (12/3/2021).

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar,
dr. Andi Khadijah Iriani dan Dirut RSUD Daya, dr. Ardin Sani serta diikuti puluhan peserta dari unsur masyarakat daerah pemilihan (dapil) IV, Panakkukang-Manggala.

ARA, akronim nama Wakil Ketua DPRD Makassar menjelaskan pentingnya sosialisasi Perda tentang Pelayanan Kesehatan, agar masyarakat dapat memahami hak dan kewajibannya.

“Sosialisasi ini perlu kita laksanakan mengingat tidak sedikit warga kita yang belum mengetahui tentang hak-hak dasar masyarakat, salah satunya hak mendapatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan,” ucapnya saat membuka kegiatan.

Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, dalam Perda Nomor 7 Tahun 2009 tentang Layanan Kesehatan memuat 10 BAB terdiri dari berbagai pasal yang mengatur tentang kewajiban Pemkot dan hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, hingga penerapan sanksi pidana.

“Dalam perda ini sudah tercantum berapa tarif yang ditetapkan untuk jenis-jenis pengobatan di Puskesmas maupun rumah sakit. Pasien yang tidak memiliki asuransi kesehatan atau BPJS Kesehatan biasanya akan dikenakan biaya sesuai perda ini. Untuk itu kami harap, masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS,” kata ARA.

Senada dengan itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr. Andi Khadijah Iriani menjelaskan, mekanisme pelayanan kesehatan diawali pemeriksaan di tingkat Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD bagi pasien yang mendapatkan penangnan serius.

“Jadi ibu bapak, mekanismenya pemeriksaan di Puskesmas dulu. Kalau dianggap butuh penangnan serius maka Puskesmas akan merujuk ke RSUD. Di Puskesmas kita sekarang sudah ada dokter spesialis jadi tidak mesti langsung ke rumah sakit, apalagi kalau sakit-sakit biasa saja,” jelasnya.

Andi Khadijah juga mengimbau masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit. Dia juga menepis terkait kabar banyaknya pasien yang dicovid-kan.

“Jangan percaya isu seperti itu, karena untuk menetapkan pasien itu positif atau tidak tentu perlu didukung hasil Lab atau Lab Sawab. Memang beberapa pasien Covid-19 ada juga yang punya penyakit bawaan, tapi bukan berarti mereka tidak bukan Covid, karena tentu diagnosa itu akan dikuatkan dengan hasil lab,” terangnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here