Imelda Obey Diperiksa KPK, Celebes Corroption Watch dan ACC Dukung Pengusutan Pengadaan Alkes di Semua Rumah Sakit

0
51

MAKASSAR — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa sejumlah saksi terkait dengan kasus dugaan suap yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA).

Baru-baru ini, penyidik memeriksa kontraktor alat kesehatan (alkes) yang namanya malang melintang di Sulsel, yakni Imelda Anton Obey.

Selain Imelda, juga turut diperiksa pegawai BUMN, yakni M Ardy. Diketahui merupakan Kepala Cabang Bank Mandiri di Makassar.

M Ardy dulunya pernah menjabat sebagai kepala cabang di bank yang sama saat bertugas di Bantaeng.

“Dia (Ardy) dikonfirmasi antara lain terkait dugaan berbagai transaksi keuangan untuk keperluan tersangka Nurdin Abdullah,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Jakarta, Jumat (26/03/2021).

Sedangkan, Imelda diperiksa karena diduga punya kedekatan dengan Nurdin Abdullah. Kerap memenangkan tender alkes di Sulsel.

“Imelda biasa mendapatkan proyek pekerjaan di Pemprov Sulsel sekaligus dugaan aliran sejumlah uang kepada tersangka Nurdin Abdullah,” jelas Ali Fikri.

Sebagaimana diketahui, Imelda beberapa kali telah dilaporkan ke Kejaksaan karena dugaan kasus monopoli proyek alkes.

Sementara itu, Ketua Celebes Corruption Watch Sulawesi Selatan, Masriady kepada Celebesnews, mengungkapkan dengan diperiksanya Ratu Alat Kesehatan Imelda yang memiliki memiliki dua perusahaan PT Naura Permata Nusantara dan PT Inaho Jaya Lestari diharapkan akan menjadi pintu masuk untuk membongkar semua proyek-proyek Alkes yang ada di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit.

“Kami sebagai lembaga yang konsen terhadap pemberantasan korupsi mendukung penuh langkah KPK untuk menjadikan Imelda sebagai pintu masuk untuk membongkar proyek-proyek alat kesehatan di Sulawesi Selatan,” tandasnya.

Masriady mengungkapkan, pemeriksaan Imelda oleh KPK ini adalah momentum tepat oleh aparat penegak hukum di Sulawesi Selatan untuk turut membongkar proyek-proyek di bidang kesehatan yang selama ini hanya dikerjakan oleh rekanan tertentu saja.

“Kami berharap aparat penegak hukum juga segera masuk melakukan bersih-bersih terhadap rekanan atau kontraktor yang selama ini menguasai proyek-proyek di bidang kesehatan,” tandasnya.

Apresiasi luar biasa ditujukan kepada KPK karena telah masuk ke Sulawesi Selatan melakukan pemberantasan korupsi. “Kami akan kawal dan monitoring secara khusus proyek-proyek yang selama ini dikerjakan oleh rekanan atau kontraktor ini, dan mendukung upaya KPK mengusut proyek Alkes di Sulawesi Selatan,” tutupnya.

Pemeriksaan terhadap Imelda ini pun mendapat tanggapan dari Koordinator Anti Corruption Committe (ASS) Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun.

Dia memberi dukungan terhadap KPK. Yang menurutnya, pemeriksaan itu tidak berhenti hanya sebatas saksi saja. Tetapi mengembangkan ke tahap penyidikan hingga menemukan adanya tindak pidana.

Jika nantinya terlibat, Imelda juga harus diseret sebagai tersangka.

“Tentunya kami mendukung upaya yg dilakukan oleh KPK. Sebaiknya memang dikembangkan lebih jauh terkait pemeriksaan saksi tersebut,” tegas Abdul Kadir.

Imelda sendiri diketahui telah kerap diterpa skandal dugaan korupsi. Namanya bahkan pernah disorot anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding.

Dia pernah memerintahkan Kejati Sulsel menangkap Imelda. Lantaran diduga kerap melakukan permufakatan jahat dan intimidasi ke sejumlah kepala daerah.

“Kami sudah perintahkan, agar Kejati segera memproses hukum dan tangkap yang bersangkutan (Imelda),” ujar Sarifuddin pada Senin lalu (25/11/2019).

Menurut Sarifuddin, sepak terjang Imelda terungkap berawal dari kinerja Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) dan TP4 Daerah (TP4D). Saat itu dibentuk oleh Agung HM Prasetyo selaku Jaksa Agung.

Pada kasus dugaan suap ini, Nurdin Abdullah tidak sendiri. Penyidik KPK juga telah menahan dua orang lainnya. Yakni Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat selaku tersangka penerima suap dan Agung Sucipto alias Anggu selaku kontraktor pemberi suap. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here