Legislator PPP Abdul Asiz Sosialisasi Perda Minol

0
17

MAKASSAR — Anggota Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Ir. H. Abdul Asiz Namu, SE, M. Si mengaku masih menemukan banyak celah dalah Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pengawasan, Pengendalian, Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol (Minol).

Asiz menilai, terdapat pasal dalam Perda Minol terkait klasifikasi tempat penjualan yang belum mencakup secara luas. Salah satunya penjualan minol di tempat umum, seperti pusat perbelanjaan atau mall.

“Di Perda kita, tempat yang dibolehkan menjual itu yang diminum langsung. Jadi ini salah satu celah yang nanti akan kita coba revisi,” kata Asiz saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Perda Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2014 tentang Minol di Hotel Grand Town, Sabtu (27/3/2021).

Diketahui pada BAB V dalam Perda Minol. tempat-tempat yang dibolehkan, yakni Hotel, Bar, Diskotik, Karaoke dan Pub.

Legislator PPP itu mengatakan, pihaknya pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu mall tersebsar yang ternyata menyewakan tenan penjualan minol.

“Kami pernah sidak dan menemukan tenant yang menjual minol di mall. Dalam perda ini jelas tidak menyebut mall. Mall itu pusat keramaian atau tempat umum, pengunjungnya tidak membatasi klasifikasi usia. Mereka memajang minol dan bisa dilihat oleh pengunjung termasuk anak-anak,” sorotnya.

Dijelaskan pula pada Pasal 6 dalam Perda Minol bahwa penjualan minol dapat diberikan kepada konsumen yang telah berusia 21 tahun atau lebih.

“Meski pun mereka tidak menjual ke usia di bwah 21 tahun, tapi dengan memajang minol di tempat umum seperti mall sudah bisa memberikan dampak yang kurang baik,” tegasnya.

Asiz juga menegaskan, selain tempat umum lainnya, minol tak bisa diperjualbelikan di tingkat pengecer. Selain itu, baik penjualan ataupun konsumsi minol juga tak bisa berdekatan dengan tempat ibadah dan sekolah.

“Semua jenis golongan minol tidak bisa dijual di tingkat pengecer. Tempat yang dibolehkan menjual pun dilarang jika berdekatan dengan tempat ibadah atau sekolah,” tegasnya lagi.

Pihaknya juga mengakui masih terdapat kendala dalam penegakan Perda Minol di Makassar. Selain mendorong revisi, Asiz juga meminta Satpol PP agar terus melakukan pengawasan serta penindakan terhadap pelaku usaha minol yang terbukti melanggar aturan tersebut.

Dia juga berharap, dengan sosialisasi ini para peserta dapat lebih memahami regulasi tentang minol dan dapat ikut mengawasi penjualannya di tengah masyarakat.

Kegiatan Sosper yang digelar dengan penerapan Protokoler Kesehatan (Prokes) yang ketat itu, juga dihadiri narasumber lain, diantaranya Ust. H. Arifin Lewa, SHI, Surjadi Sjamsir, SJ dan Patris Suyuti, SP (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here