Setelah Periksa Pengusaha Alkes Imelda, KPK juga Periksa Tiga Wanita, Eka Novianti, Nenden Desi Siti Nurjanah dan Siti Mutia Terkait Kasus Suap Nurdin Abdullah

0
50

Setelah satu bulan lebih penahanan Gubernur Sulsel Non Aktif, Nurdin Abdullah di Jakarta, sejumlah saksi dari berbagai golongan pun turut diperiksa.

Terbaru, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggali keterangan terhadap tiga saksi terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang dilakukan oleh kepala daerah bergelar profesor itu.

Tiga orang terperiksa itu diketahui berjenis kelamin perempuan, kesemuanya berprofesi sebagai pegawai swasta.

Mereka adalah Eka Novianti, Nenden Desi Siti Nurjanah dan Siti Mutia. Sayangnyay, KPK tak menjelaskan secara pasti terkait hubungan ketiga saksi dengan Nurdin Abdullah.

“Informasi selanjutnya akan kami sampaikan setelah pemeriksaan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Senin, 29 Maret 2021.

Ali mengatakan ketiganya dimintai keterangan untuk tersangka Nurdin Abdullah.

“Pemeriksaan dilakukan di gedung KPK. Ada tiga orang dari pihak swasta yang dimintai keterangan,” jelasnya.

Sejauh ini, KPK sudah memanggil 17 saksi untuk dimintai keterangan, 12 diantaranya sudah diambil keterangannya, empat orang dinyatakan mangkir dan satu orang menyurat untuk dijadwalkan ulang.

Ali mengatakan ada beberapa orang yang tidak kooperatif dalam pemanggilan tersebut. Mereka tidak hadir dan tidak memberi konfirmasi.

Ali Fikri meminta agar semua pihak yang dipanggil untuk dimintai keterangan bisa kooperatif. Semua keterangan dibutuhkan untuk kepentingan penyidikan.

Sementara Jumat pekan lalu, KPK juga sudah kembali memeriksa tersangka Nurdin Abdullah, Edy Rahmat dan Agung Sucipto. KPK mengkonfrontir keterangan dari ketiga tersangka.

Diketahui, Nurdin Abdullah, Edy Rahmat dan Agung Sucipto ditersangkakan kasus suap pengadaan barang dan jasa, dan perizinan sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel.

Mereka terjaring razia operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 27 Februari 2021 lalu. Sehari setelahnya, Nurdin dijadikan tersangka dan langsung ditahan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here