Kejari Endus Proyek Pengadaan Kapal Dinas Perikanan Pinrang Senilai Rp 1,38 Miliar

0
56

PINRANG — Kejaksaan Negeri (Kejari) Pinrang akan menelusuri dugaan korupsi pengadaan kapal di Dinas Perikanan dan Kelautan tahun anggaran 2019.

Dari laporan atau aduan yang diterima Kejari Pinrang, pengadaan kapal dengan nilai Pagu Rp1,38 miliar lebih tidak sesuai dengan ekspektasinya.

“Ada aduan dari Kelompok nelayan penerima bantuan. Jadi saat ini kita masih telusuri kebenaran informasi aduan tersebut,” kata Kasi Intelejen Kejari Pinrang, Tomi Aprianto saat dikonfirmasi media, Rabu (31/03/2021).

Pengadaan kapal tersebut, diketahui dilengkapi dengan mesin dan alat bantu lainnya. Peruntukannya untuk para nelayan di beberapa kecamatan. Seperti di Kecamatan Suppa, Lanrisang, Mattiro Sompe, Cempa, Duampanua dan Kecamatan Lembang.

Hanya saja, kapal penangkap ikan itu belakangan disoal para nelayan. Misalnya yang dikeluhkan nelayan di Kecamatan Duampanua.

Bantuan kapal yang mereka terima diberikan terpisah. Tidak paket dengan mesin dan alat tangkap ikan.

“Makanya ini kami juga sedang telusuri. Apakah memang itu paket lengkap pengadaannya. Atau kah itu pengadaan terpisah-pisah,” tutur Tomi yang enggan berspekulasi.

Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, Agustina Torano saat dikonfirmasi oleh media menampik aduan itu. Menurutnya, pengadaan kapal itu komplit. Lengkap dengan mesin dan alat tangkap ikan. “Itu dari kelompok nelayan mana yang mengadu,” tandasnya.

Meski begitu, dia tidak merinci jumlah unit kapal dari pengadaan di tahun 2019 lalu. Agustina hanya bilang, jika pengadaan kapal itu menyasar kelompok nelayan di enam kecamatan.

“Nanti di Pinrang saya cek kembali dokumennya. Saya masih bimtek di Makassar,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here