Dewan Soroti Pemkot Selesaikan Masalah Anjal di Kota Makassar

0
12

MAKASSAR — Maraknya aktivitas anak jalanan (anjal), pengemis dan gelandangan alias gepeng yang berkeliaran di jalan-jalan protokol Kota Makassar menjadi pemandangan yang lumrah saat jelang Ramadhan dan Idul Fitri tiba.

Fenomena sosial ini menjadi masalah serius bagi wilayah perkotaan seperti Kota Makassar, tentu hal ini menjadi tanggung jawab bersama, terutama Pemerintah Kota Makassar sebagai wilayah tujuan dan sejumlah daerah lainnya sebagai penyumbang anjal dan gepeng tersebut.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir angkat bicara perihal masalah ini. Ia mengakui persoalan tersebut sudah menjadi persoalan tahunan yang belum bisa diselesaikan secara tuntas oleh pemerintah kota (Pemkot).

“Ini bukan lagi persoalan baru, cara menuntaskannya harus memang dengan komprehensif, tidak boleh hanya sekadar penertiban biasa,” pungkasnya, Kamis (1/4/2021).

Wahab pun secara gamblang mendesak kepada instansi seperti dinas-dinas terkait untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Terlebih sangat banyak anak di bawah umur yang terlibat dan jelas akan menimbulkan kesan yang buruk terhadap Kota Makassar.

“Iya inikan anak-anak kecil di bawah umur, yang tidak ada kegiatan akhirnya malamnya ngumpul di situ dibawa orang tuanya. Jangankan anak-anak kecil seperti itu, itu bahkan banyak orang tua yang bawa anak bayinya, itu pembiaran dan bahkan orang tuanya yang suruh” lanjut Wahab geram.

Legislator Golkar tersebut menyebut perilaku masyarakat yang melibatkan anak kecil untuk mengemis merupakan perilaku yang menyimpang sehingga perlu secepatnya ditindaki oleh Dinas terkait, utamanya Dinas Sosial dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA)

“Pokoknya Dinsos kita minta agar orang-orang ini diberi edukasi, ini mereka perlu pendampingan khusus. Yah jelas juga menjadi tanggung jawab besar Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak. Kita kan punya safe house shelter khusus untuk anak-anak ini, ini digunakan,” pintanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here