Legislator Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso Minta Antisipasi Kelangkaan Elpiji

0
17

MAKASSAR — Kelangkaan elpiji 3 kilogram mesti diantisipasi. Legislator DPRD Makassar meminta Dinas Perdagangan (Disdag) aktif memantau kondisi di lapangan.

Hal ini menyusul kebijakan pemerintah menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram. Dari harga Rp15.500 kini menjadi Rp18.500. Naik Rp3.000.

Kebijakan itu sudah diatur dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 11 Tahun 2021. Kenaikan HET ini mulai berlaku sejak (1/4/2021), kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso meminta ada perhatian terhadap kelangkaan elpiji 3 kilogram itu. Apalagi menjelang Ramadan.

Menurutnya, potensi terjadinya kelangkaan bisa saja terjadi di pasaran pada momen-momen seperti ini.

“Harga (elpiji 3 kilogram) naik orang susah mendapatkan dan ini yang biasa terjadi. Kalau sudah begitu, orang mau masak pakai apa, minyak tanah juga susah,” ucap Andi Hadi, Minggu (4/4/2021).

Sebetulnya, dia menyayangkan pemerintah yang menaikkan harga dalam kondisi pandemi Covid-19. Seharusnya, kata dia, pemerintah memerhatikan kondisi perekonomian masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah, kata dia, tidak seharusnya menaikkan elpiji bersubsidi di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, hingga kini kondisi perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Lantaran sudah telanjur naik harga, legislator PKS ini meminta pengawasan harga hingga di tingkat pengecer diperketat. Sebab dikawatirkan terjadi penimbunan oleh oknum tidak bertanggungjawab.

“Kita minta pemerintah kota melalui Dinas Perdagangan melalukan operasi pasar. Utamanya di warung-warung yang bersentuhan langsung dengan khalayak ramai,” pintanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here