Rilis Hasil Kajian dan Investigasi, Celebes Corruption Watch Pastikan Bakal Laporkan Kontraktor dan Semua Pihak Terkait Pada Proyek ‘Siluman’ Dinas PUTR Sulsel ke Kejaksaan

0
108

MAKASSAR — Janji Lembaga anti korupsi Celebes Corruption Watch Sulawesi Selatan untuk melaporkan semua pihak-pihak terkait, mulai dari kuasa anggaran dan PPK hingga kontraktor pada proyek ‘siluman’ di Dinas PUTR tidak main-main dan bukan ancaman belaka.

Ketua Umum Celebes Corruption Watch, Masryadi akhirnya merilis hasil kajian dugaan pelanggaran hukum pada proyek ‘siluman’ Dinas PUTR Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.

Pada empat proyek fisik yang diduga ‘siluman’ alias tidak masuk dalam daftar DPA tahun anggaran 2020 lalu tersebut dipastikan bakal berbuntut panjang hingga ke ranah hukum. Itu disampaikan Masryadi setelah melakukan kajian dan investigasi dari Celebes Corruption Watch.

“Kami belum mau membeberkan seperti apa dugaan pelanggaran hukum yang terjadi pada ke empat proyek yang diduga ‘siluman’ tersebut. Nanti di kejaksaan dan kepolisian kami akan sampaikan dalam bentuk laporan secara resmi,” ungkapnya kepada Celebesnews pada, Sabtu (24/4/2021).

Lebih lanjut Masryadi sedikit mengungkapkan, salah satu yang menjadi temuan dari hasil kajian lembaganya tersebut adalah soal terjadinya dugaan kerugian negara hingga dugaan mengarahkan pihak atau rekanan tertentu untuk mengerjakan paket tersebut.

“Kami juga akan bersurat ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk turut mendalami rekanan atau kontraktor proyek mengerjakan proyek yang diduga ‘siluman’ tersebut. Disini boleh jadi ada kegiatan pengaturan atau persengkokolan untuk memenangkan paket pekerjaan yang ada,” tandasnya.

Diketahui terdapat empat paket proyek miliaran rupiah yang dikerjakan oleh kontraktor pada Dinas PUTR tahun 2020 lalu yang kini bermasalah dan dihentikan oleh Plt Gubernur karena tidak masuk dalam DPA.

Adapun 4 proyek yang dimaksud yaitu :

1. Preservasi jalan ruas Burung-burung – Benteng Gajah – Carangki – Bantimurung 2,5 kilometer Rp Rp11,4 miliar. Paket ini dimenangkan oleh PT Yabes Sarana Mandiri.

2. Pembangunan jalan ruas Solo Peneki Kulampu di Kabupaten Wajo. Anggarannya Rp22,9 miliar.

3. Pedestrian Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) dimenangkan CV Sumber Reski Abadi senilai Rp1,4 miliar.

4. Pengerjaan jalan kawasan CPI dengan anggaran Rp 26,8 miliar oleh PT Tiga Bintang Groyasatana.

( LAPORAN : REDAKSI )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here