Pasca Banjir Bandang Masamba Masih Sisahkan Rasa Pilu, Aliansi Pemuda Radda Demo Protes Pemda Luwu Utara

0
33

MASAMBA — Aliansi Pemuda Radda, Luwu Utara melakukan aksi unjuk rasa terkait penanganan pasca banjir bandang yang hingga saat ini, dinilai lamban, Senin (26/04/2021).

Aksi tersebut sempat membuat kemacetan dengan memblokade jalan Trans Sulawesi. Para Pengunjuk rasa bahkan menilai penanganan yang dilakukan pemerintah tidak jelas.

Banjir bahkan kerap melanda Radda Kecamatan Baebunta, saat hujan lebat turun. Hal ini membuat warga sekitar cemas akan keselamatan mereka.

Salah satu peserta aksi yang ditemui mengatakan, kenangan pahit banjir bandang sembilan bulan yang lalu masih teringat dengan jelas.

“Tepat 13 Juli 2020 banjir bandang menyapu Desa Radda, puluhan nyawa melayang dan ratusan rumah ambruk dihantam banjir,” ucap Faisal.

Ia menyebut bahwa Sembilan bulan telah berlalu, namun kini rasa takut masih mencekam. Bayangan jeritan keluarga korban yang meninggal dunia, masih jelas teringat.

“Namun sampai saat ini, luapan air sungai masih menghantui, banjir sering terjadi saat hujan lebat turun,” sebutnya.

Diketahui, dalam unjuk rasa tersebut, masyarakat Desa Radda, menyuarakan beberapa poin tuntutan kepada pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

1. Mendesak pemerintah mempercepat penanganan banjir di Desa Radda.
2. Segera Normalisasi DAS sungai Radda, dan mempercepat pembuatan drainase utama.
3. Mendesak Bupati Luwu Utara mempercepat pembangunan hunian tetap (Huntap).
4. Mendesak Bupati mempercepat pembangunan jalan.
5. Mendesak BPBD dan Dishub untuk siaga bencana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here