Proyek Sanitasi Lakkang Dibidik Kejari Makassar

0
84
MAKASSAR — Kejaksaan Negeri Makassar mulai menelisik proyek sanitasi berbasis masyarakat di Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo dengan menggunakan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun 2013-2014.
“Kami masih melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (Puldata dan pulbaket) mengenai proyek sanitasi ini,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar Andi Fajar Anugerah Setiawan di Makassar, Jumat 8/1/6

Dia mengatakan, proyek sanitasi berbasis masyarakat yang pengelolaan dananya langsung ditangani oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Andi Fajar menyebutkan jika Kementrian PU telah menggelontorkan anggaran dalam proyek tersebut sebesar Rp1 miliar lebih. Proyek sanitasi berbasis masyarakat itu berupa pemberian bantuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kelurahan Lakkang.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan dan kita juga masih akan memeriksa sejumlah saksi-saksi sebelum kasus ini diekspose dihadapan Kajari,” katanya.

Menurut dia, pengusutan itu dilakukan karena terendus laporan bahwa proyek itu tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Bahkan, proyek itu hingga kini ada yang belum selesai. Padahal, proyek ini seharusnya sudah rampung dikerjakan pada tahun 2013 dan 2014.

Fajar menjelaskan, anggaran proyek tersebut dicairkan secara bertahap. Padahal tahun 2013 anggaran mencapai Rp350 juta untuk satu titik pembangunan IPAL. Sementara untuk tahun 2014 nilai anggaran sebesar Rp700 juta untuk dua titik.

“Jadi total anggarannya sebesar Rp1 miliar lebih,” terangnya.

Jumlah sambungan instalasi pembuangan limbah untuk ratusan rumah tangga kata Fajar, tidak sesuai dengan yang terpasang. Bahkan instalasi yang telah terpasang, tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

Dikonfirmasi terpisah Lurah Kelurahan Lakkang, Zuud Arman mengaku tidak tahu menahu soal proyek sanitasi tersebut dan mengaku jika dirinya adalah pejabat baru yang ditempatkan di kawasan Delta tersebut.

“Saya belum tahu pasti itu karena saat itu belum menjabat Lurah Lakkang. Saya menjabat baru tahun 2015 lalu sementara proyek itu tahun 2013-2014,” ujarnya.

Zuud mengaku, jika dirinya sudah mendapat informasi dari warga yang menyebutkan bahwa proyek tersebut bermasalah. Dia juga belum memastikan dan mengecek langsung proyek yang telah dikerjakan sejak tiga tahun lalu itu.

Diketahui program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) adalah program untuk menyediakan prasarana air limbah bagi masyarakat di daerah kumuh padat perkotaan.

Dalam pembangunan fasilitas Sanimas, digunakan konsep pemberdayaan masyarakat untuk menjadikan masyarakat aktor utama dalam proses perencanaan, pembangunan, operasional dan pemeliharaan fasilitas sanitasi komunal dengan tujuan agar fasilitas yang terbangun dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here