Kejati Didesak Usut Proyek Puskesmas KE’PE Toraja Utara

0
146

TORAJA UTARA — Aktivis Lembaga Pemerhati Antikorupsi Toraja Utara (LEPAK),mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk turun tangan mengusut dugaan penyimpangan proyek Puskesmas KE’PE, Kecamatan Kapalapitu Kabupaten Toraja Utara tahun 2015.

Koordinator LEPAK, Andi mengungkapkan, pekerjaan proyek Puskesmas KE’PE diduga tak sesuai dengan bestek. Indikasinya, bagian pondasi bangunan diduga telah bergeser akibat tidak dibuatkan konstruksi cakar ayam (poorplate). Padahal, rencana bangunan dibangun berlantai.

Andi meminta agar aparat penegak hukum, secepatnya turun tangan dengan memeriksa kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas serta sejumlah pejabat di Dinas Kesehatan yang menjadi leading sektor proyek bernilai Rp 900 juta ini.

Yang juga menjadi pertanyaan, kata Andi, adalah adanya dugaan kalau pencarian proyek ini telah dilakukan 100 persen, sedangkan kondisi bangunan masih ada yang rusak.

Ada informasi, kata Andi, kalau proyek ini seolah-olah terkena bencana alam (Force Majure). Padahal, lokasi di sekitarnya tidak ada tanda-tanda kerusakan.

”Kami minta tim Kejati untuk segera turun tangan. Kasus ini harus segera diusut tuntas karena ada indikasi merugikan keuangan negara,” tegas Andi, Senin (18/1/2016).

Diketahui, proyek Puskesmas ini menggunakan anggaran DAK Dinas Kesehatan dengan pagu anggaran Rp 900 juta. Rekanan yang menang proyek ini dengan nilai penawaran Rp 849 Juta. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here