Bancakan Korupsi dengan Modus PSM Makassar

0
82

Jakarta – Pada Sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, Senin (1/2/2016) terungkap bahwa duit Rp5,5 miliar yang diduga diterima bekas Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, ternyata juga dipakai untuk menutup biaya operasional kub sepak bola PSM Makassar.

Ilham didakwa korupsi dalam proyek rehabilitasi Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012.

Ilham dua periode menjabat Walikota serta merangkap jabatan Ketua PSM Makassar. Ia meminta asisten Keuangan PSM Makassar Suhardi Hamid agar mencari uang untuk menutupi biaya operasional PSM.

“Karena dana yang dikucurkan dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) Makassar tidak pernah mencukupi jebutuhan dan selalu pencairannya terlambat,” ungkap Saksi Suhardi pada persidangan Tipikor, Kemarin.

“Kami sebagai pengelola harus mencari sumber dana yang lain. Kami juga tidak punya kas. Karena pertimbangan itu, bapak Ketua (Ilham Arief) memberi tanggung jawab kepada saya untuk mencari pinjaman, karena punya banyak relasi,” kata Suhardi.

“Saya dimintai nomor rekening oleh pak Ketua. Uang yang kemudian masuk ke rekening saya itu diapakai untuk membayar pinjaman, menutup operasional PSM serta mengalir ke ketua sesuai instruksi,”tambah Suhardi.

Suhardi ingat bahwa Hengky Widjaja, direktur Traya Tirta Makassar (TTM), termasuk salah satu yang mentransfer uang. PT TTM. Tadinya Suhardi mengakui tidak ingat siapa yang mentranfer dan berapa jumlahnya, Tapi Catatan di Bank Mega cabang Panakukang, Makassar mengungkap bahwa Hengky Widjaja pada 2007 mentrasnfer uang Rp750 juta ke rekening Suhardi. Pada 2010, Suhardi mengambil uang lagi dari Hengky sebesarRp 400 juta dari rekening sejumlah orang, yang kemudian diserahkan ke Ilham.

Pada 2011, Suhardi menyerahkan uang transfer Hengky sebesar Rp515 juta kepada terdakwa Ilham. Tapi uang tersebut kemudian ditransfer ke rekening Mario David (Ketua Fraksi Nasdem di DPRD Makassar) dan rekannya Andi Ashari Saleng.

Ketika Ilham menjabat Ketua PSM, posisi General Manager PSM pada 2010 dijabat oleh Husain Abdullah. Husain kini menjadi Juru Bicara Wapres Jusuf Kalla. Husain pada 2010 juga dipercaya menjabat sebagai direktur stasiun televisi lokal Makassar.

Husain menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan GM PSM Makassar efektif pada Februari 2012. Ia tak mau lagi menandatangani kontrak kerja yang ditawarkan konsorsium PSM, dan bersurat kepada Ilham pada November 2011. Ketika itu Husain mencurahkan perhatian pada penulisan buku memoar Wapres Jusuf Kala, serta ingin kembali mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here