Di Jakarta, Polisi Tangkap Penipu Jual Beli Online di Sidrap

0
144

Jakarta – Anggota Subdit Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya meringkus lima pelaku penipuan situs jual beli online di Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kelima pelaku yang diamankan di rumahnya masing-masing itu membuat situs toko online ternama untuk mengelabui korbannya.

“Komplotan itu memperomosikan sejumlah barang, seperti sepeda motor, jam tangan, batu akik, mobil, sepeda, handphone, I pad dan lainnya,” kata Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Mujiono di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (22/2/2016).

Setelah menemukan korban, lanjutnya, salah seorang pelaku yang bertugas membuat kesepakatan melakukan lobi untuk menyesuaikan harga barang yang dijajakan di situs jual beli online palsu tersebut. Berikutnya, tersangka meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening palsu pelaku.

“Setelah menerima dana transfer, pelaku langsung mengambil uang yang berada di rekening itu. Tetapi tidak mengirim barang sesuai dengan kesepakatan awal,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kelima tersangka mempunyai peran masing-masing dalam mengelabui korbannya. Seperti penyedia rekening, pemilik rekening, mencari korban, menyebar brosur dan sebagainya.

“Ada yang bertugas mencari korban, ada juga membuat rekening, ada yang menerima uang hasil tranfer para korban. Masing-masing sudah mempunyai tugas,” katanya.

Adapun beberapa situs jual beli online yang dipalsukan tersangka, yakni olx.co.id, kaskus.co.id, bukalapak.com, tokopedia.com dan lainnya.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita 14 unit telepon genggam, 32 rekening bank (BRI, Mandiri, BNI, Muamalat dan BCA), satu laptop, satu CPU, tiga unit mobil diantaranya Honda CRV warna putih, Daihatsu Grand Max, Honda Fred warna Putih serta satu sepeda motor Yamaha Fino.

Atas penipuan tersebut, lanjut dia, kelima tersangka berinisial H (34), AS (23), Z (49), R (32) dan B (33) dapat meraup keuntungan sebesar Rp 10,1 Miliyar pada tahun 2015. “Itu pada tahun 2015, 2016 diduga ada. Ini masih kami kembangkan,” tambahnya.

Atas perbuatannya, kelima pelaku akan dijerat Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan Pasal tiga, empat dan lima UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan kurungan 15 tahun penjara. [ton]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here