Sejak 2014, Kemana Aliran Dana BOS SD Negeri 110 Bongko Desa Rampi ?

0
83

LUWU UTARA, CNEWS — Guru di Sekolah Dasar  Negeri (SDN) 110 Bongko Desa Rampi, Kabupaten Luwu Utara mengeluhkan kebijakan Kepala Sekolah (Kepsek) Mustafa terkait dugaan tidak transparannya dalam merealisasikan dana Bantuan  Operasional Sekolah (BOS) sejak tahun 2014 lalu, hingga saat ini.

Informasi yang diperoleh Leonar Sinta salah seorang tanaga pengajar sekaligus bendahara sekolah di sekolah dasar ini menyebutkan selama Mustafa menjabat Kepsek sejak awal 2014 lalu, tidak ada kejelasan dana BOS tersebut di reslisasikan untuk apa. “Entah digunakan untuk apa dana BOS, selama 2014 tidak ada pembelian perlengkapan sekolah atau pembangunan fisik, tetapi dibuat SPJ ke Diknas Jika BOS sudah direalisasikan, tetapi disekolah tidak ada yang direalisasikan, padahal setiap sekolah mendapatkan anggaran dana BOS itu,” kata Leonar Sinta kepada media celebesnews.

Dari sumber yang layak dipercaya menyebutkan, gaji guru  honor saja di SD Negeri 110 Bongko Desa Rampi dalam setahun hanya dibayarkan seratus ribu rupiah per orang, dengan jumlah tenaga pengajar honerer sebanyak tiga orang masing-masing, atas nama Marlina, leonar sinta dan marta dumpala.

Sementara itu, Tomas Riwi Komite SDN 110 Bangko mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap kepala sekolah yang dinilai tidak transparan terhadap pengeloaan dana BOS. Dampaknya, mau tidak mau proses belajar di sekolah ini akan tidak maksimal. “Bayangkan saja dari pantauan kami di sekolah, buku-buku yang digunakan oleh siswa sudah ketinggalan dan tidak layak, bagaimana para siswa di sekolah ini bisa belajar dan mendapatkan pengetahuan yang sejalan dengan perkembangan zaman,” tandasnya.

Demikian pula disampaikan Agustinus ketua BPD mengungkapkan sangat memprihatinkan fasilitas belajar mengajar tidak ada kapur tulis dipinjam dari SDN 116 Tedeboe yang berjarak 7 kilometer, “Kami sebagai perwakilan masyarakat Rampi Meminta agar kasus ini diusut Tuntas demi generasi kami,” ungkapnya.

Disisi lain, kondisi acuh tak acuh kepala sekolah SD Negeri 110 Bongko Desa Rampi ditunjukan dengan membiarkan menyimpan sejumlah buku pelajaran untuk siswa di salah satu rumah kontrakan tidak terurus dan berantakan. (frs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here