Gara-gara Sapi ‘Bodong’ Dirut RPH Makassar Dikandangkan

0
87

MAKASSAR –Waspada investasi sapi ‘bodong’ apalagi jelang puasa Ramadhan 1437 H dan hari raya besar agama lainnya. Jangan sampai penipuan berkedok investasi untuk mendapat untung besar dalam waktu singkat dan instan, malah jadi korban serta pelakunya meringkuk di jeruji besi.

Hal ini seperti yang dialami Direktur Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Makassar, Sudirman Lannurung yang dijemput pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel Rabu (6/4/2016) di kediamannya di Jalan Sukaria 1,Kecamatan Panakkukang.

Sudirman yang sempat menghirup udara segar sejak 9 Januari 2015, dan terakhir kali rapat bersama Komisi B DPRD Kota Makassar Bidang Ekonomi dan Keuangan Senin (4/4/2016) siang.

Sesuai pantauan Liputan6.com Sudirman yang mengenakan celana jeans berwarna biru dan kemeja lengan pendek motif kotak-kotak cream dan cokelat. Terlihat santai dan sesekali mengumbar senyum

ketika dijemput di rumahnya oleh Kepala Seksi Intel Kejaksaan Tinggi Sulsel Andi Fajar Anugrah Setiawan.

Aksi penjemputan Sudirman ini terjadi akibat turunnya amar putusan kasasi mahkama agung (MA) yang dilayangkan pihak kejaksaan dengan jeratan hukuman penjara 5 tahun lamanya.

Kasus sapi ‘bodong’ Sudirman ini memang terbilang menarik. Karena

sebelumnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar membebaskan Sudirman dari segala dakwaan.

Padahal Sudirman oleh kejaksaan dijerat kasus penyelewengan uang negara senilai Rp 2,25 miliar. Dari uang sebanyak itu Sudirman memberikan pinjaman usaha untuk pengadaan sapi kepada beberapa rekanan RPH Makassar.

Namun seiring waktu sapi-sapi yang dimaksud ternyata jejaknya pun tidak ada alias bodong. Sebab

sesuai audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel karena kelalaian

Sudirman merugikan uang negara senilai Rp 1,6 miliar.

Menyikapi hal itu Kepala Bagian Hukum Pemkot Makassar Manai Sophian menyatakan, otomatis dengan posisi Sudirman yang sudah terpidana. Maka dengan segala hormat karena RPH merupakan aset pemkot yang dikelolanya harus ia tinggalkan.

“Sudah pasti akan diganti jabatannya, dan salinan putusan kasasi MA itu akan jadi dasar kami ajukan ke Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto,” kata Manai Sophian saat ditemui di kantor DPRD Kota Makassar Rabu (6/4/2016).

Dewan Minta Wali Kota Makassar Copot Dirut RPH

Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar Sampara Syarif meminta Wali Kota Makassar mencopot Sudirman dari jabatannya sebagai Dirut Rumah Potong Hewan.

“Laporan kerja dan keuangan RPH yang baru-baru ini kita rapat memang sudah luar biasa tidak masuk akalnya. Dan hal ini sudah berulang kali dia sampaikan dalam rapat bersama dewan. Jadi mungkin sudah sifat bawaan manusia yaitu malas yang menjadi penyebabnya.

Malas berusaha kerja keras, maunya dapat untung besar tanpa melakukan usaha sendiri, Hal seperti inilah yang dimanfaatkan para pelaku penipuan investasi sapi bodong,” jelas Sampara.(ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here