Gara-gara Kuku, Wali Kelas Tak Ramah pada Murid Rama Sejahtera

0
147

Makassar–Ramadhan (7) anak bungsu Dg Sawala, seorang tukang becak motor (bentor) terpaksa membolos dari sekolahnya Senin (11/4/2016). Alasannya klasik, yakni Ramadhan tak kuasa menahan rasa sakit yang berujung bengkaknya ruas jemari kirinya akibat hantaman keras sapu yang biasanya digunakan menyapu sampah di lantai.

Namun oleh ibu Mega, sang wali kelas Ramadhan Sabtu (9/4/2016) di SD Rama Sejahtera Kecamatan Panakukang dijadikan tongkat untuk memukul tangan kiri anak bungsu Dg Sawala, warga Jalan Racing Centre 2 Lorong 5, Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang.

“Saya baru tahu masalahnya sore tadi di rumah. Kakaknya Ramadhan sampaikan bahwa tangan adiknya bengkak dan mau dibawa berobat ke rumah sakit karena ruas tulang jari kirinya sudah tidak seperti biasanya,” ucap Dg Sawala kepada Liputan6.com Senin (11/4/2016) petang, usai membeli beras di kios dekat rumahnya di Lorong 5
Racing Centre 2.

Sementara Ramadhan yang sempat ngobrol dengan Liputan6.com mengakui sakit di jemari kirinya yang bengkak karena dipukul dengan sapu sebanyak 2 kali oleh ibu Mega sang wali kelasnya di SD Rama Sejahtera.

Menyangkut tindakan wali kelas anaknya yang sudah keterlaluan tersebut. Dg Sawala mengancam akan mempolisikan ibu Mega usai membawa anaknya ke rumah sakit dekat rumahnya yakni di RS Sehat samping Universitas Bosowa.

Terpisah, Ketua Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesra DPRD Makaassar, Mudzakkir Ali Djamil mengaku tindakan kekerasan pada anak sekolah tidak pantas lagi terjadi. Apalagi hanya dalih kuku murid yang panjang dan harus dipukuli hingga menderita sakit.

“Kalau tulang jari anak itu patah, sama saja cacat fisik sudah ia derita sejak usia dini dibangku sekolah. Padahal mereka itu di sekolahkan untuk menimba ilmu bukan hukuman yang berlebihan,” pungkas Mudzakkir Ali Djamil. (yusran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here