Kejati Sulselbar temukan bukti penyimpangan proyek kakao, Bagaimana di Luwu Utara ?

0
155

MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menemukan adanya dugaan indikasi korupsi proyek pengadaan bibit kakao sambung pucuk di lima kabupaten.

“Kan awalnya itu kasusnya masih pengumpulan data dan bahan keterangan (Puldata dan pulbaket) dan setelah kita turun itu sudah ada bukti permulaan yang didapatkan,” ujar Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sulselbar Salahuddin di Makassar, Senin.

Pada proyek pengadaan bibit kakao sambung pucuk itu dilakukan di lima kabupaten yakni Kabupaten Bone, Kabupaten Luwu, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Bantaeng.

Dia mengatakan, penyelidikan yang dilakukan oleh tim penyelidik sekitar sebulan itu akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya indikasi penyimpangan pada proyek itu.

“Kasusnya sudah siap untuk dilimpahkan ke penyelidikan bagian pidana khusus (Pidsus) karena tim Intelijen yang melakukan penyelidikan menemukan sejumlah bukti yang akan didalami lebih lanjut,” katanya.

Pengusutan proyek yang diduga telah dikorupsi bersumber dari anggaran tahun 2015. Namun, Salahuddin enggan menyebutkan nilai anggaran proyek pengadaan bibit kakao sambung pucuk tersebut.

Salahuddin mengatakan indikasi perbuatan melawan hukum dalam proyek tersebut masih terus didalami dan jika dalam penyelidikannya tidak ditemukan unsur melawan hukum, maka kasusnya tidak akan dilanjutkan.

Dugaan sementara, diduga ada pihak yang melakukan permainan harga dengan melakukan penggelembungan anggaran (Mark up) pengadaan bibit kakao sambung pucuk.

“Ada ketidaksesuaian harga antara yang diadakan itu dengan harga di pasaran,” kilahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Perkebunan Sulawesi Selatan Andi Ardin Tjaco mengaku kurang mengetahui soal penyaluran program pengadaan bibit kakao di lingkup kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

“Soal teknisnya, saya kurang tahu karena saya cuma sekretaris. Yang paham dan mengetahui itu bagian unit teknis, seperti kepala bidang pengembangan,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here