Kejari Jeneponto Tingkatkan Status Hukum Uang Makan Minum RSUD Lanto Daeng Pasewang ke Penyidikan

0
107

JENEPONTO, CNEWS- Pihak Kejaksaan Jeneponto intens dalam melakukan penyidikan uang makan minum RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto dengan perkara kasus dugaan korupsi sebanyak kurang lebih Rp 800 juta terhitung dalam satu item, hasil temuan BPK RI tahun 2014. Kamis 14 April.

Sarwanto Plt Kasi Pidsus Kejari Jeneponto mengemukakan perkara korupsi uang makan minum rumah sakit umum daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, kini sementara dalam penyidikan secara intens. Jelas Sarwanto

“Perkara korupsi uang. Makan minum rumah sakit lanto daeng pasewang, kini dalam penyelidikan secara intens dan untuk penetapan tersangka akan dilakukan kordinasi dengan tim penyidiknya” Ucap Sarwanto.

Selain itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sulselbar Lembaga Pengawas Pengguna Anggaran Republik Indonesia (LPPA-RI) Syamsuddin Nompo akan terus mendesak Kejaksaan Negeri Jeneponto (Kejari) agar segera menetapkan siapa saja tersangkanya. Kata Syamsuddin balik Via telepon.

“Penanganan perkara dugaan Korupsi, hasil temuan BPK RI tahun 2014, sebaiknya segera menetapkan tersangkanya yang melibatkan Syamsil dan Siti Suleha, ini sudah cukup lama penanganannya” Ujar Syamsuddin

Menyoal laporan LSM dugaan 15,9 M Kaharuddin mengemukakan, balik Via telepon menurutnya kini tim pemeriksa BPKP RI tidak menemukan adanya kerugian negara. Kata dia

“Sekira bulan Maret kemarin, BPKP RI melakukan pemeriksan secara intens dirumah sakit lanto daeng pasewang, namun tidak menemukan adanya indikasi kerugian negara” kata Kaharuddin (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here