Aliansi Indonesia Minta Bupati Bulumba Tidak Tutup Mata Proyek Tanggu Abrasi Bintarore dan Kalumeme

0
130

BULUKUMBA, CNEWS — Ketua Aliansi Indonesia Badan Peneliti Aset Negara (AI BPAN) DPC Bulukumba, Ramli Saleh Ningkiula meminta pemkab Bulukumba tidak menutup mata terhadap proyek pembangunan tanggul abrasi pantai di dua titik pembangunan yakni di kelurahan Bintarore kecamatan Gantarang dan juga proyek yang terletak di kelurahan Kalumeme kecamatan Ujung Bulu.

Menurut Ramli, kedua proyek tersebut di duga di kerjakan tidak sesuai Bestek dan RAB, pasalnya saat percetakan Buis (gorong gorong), pasir yang di gunakan bukanlah pasir yang lasim di gunakan melainkan pasir yang masih bercampur dengan batu batu besar dan juga masih bercampur dengan tanah. Selain itu kata Ramli, saat mereka mencetak Buis, mereka tidak menggunakan takaran.

“Jadi saat Buis itu di cetak, seharusnya mereka menggunakan takaran, pasirnya sekian, Kerikilnya sekian dan semennya juga sekian, semua kan ada petunjuknya, nah yang ini kan tidak begitu, mereka menggunakan tong lalu ngambil sirtu (pasir campur batu batu besar dan juga tanah) kemudian di masukkn ke molen, jadi untuk mengetahui berapa semen, berapa pasirnya, berapa kerikilnya, kan ngga bisa mereka tau” Terang Ramli SN saat ditemui dilokasi proyek percetakan Buis.

Bukan hanya itu kata Ramli, proyek yang menelan anggaran APBN senilai belasan Milliyar rupiah itu seharusnya di jaga oleh salah seorang pegawai PSDA, namun saat Ia turun melakukan investigasi sesuai fungsinya sebagai kontrol sosial, tidak satu pun pengawas dari PSDA yang ada dan mengawasi jalannya proyek tersebut.

“Jadi apa fungsinya PSDA ini kalau tidak melakukan pengawasan ketika ada proyek seperti ini, dan yang paling membuat kesal, saat kami berkunjung ke kantornya (PSDA) dan mempertanyakan siapa pegawai PSDA yang bertugas mengawas proyek di dua titik tersebut, dan gambar yang menjadi acuan dalam pengawasan proyek seperti apa, mereka tidak bisa memperlihatkan” ujar Ramli Saleh.

Jadi saya sangat berharap kepada pemkab Bulukumba lebih terkhusus Bupati yang baru terpilih serta anggota dewan yang terhormat, pihak kepolisian dan juga Jaksa agar secepatnya mengambil tindakan bila perlu segala aktifitas di dua tempat untuk sementara di berhentikan dulu dan lakukan sidak, karena apabila ini tidak di lakukan dan tetap di biarkan mereka memasang Buis Buis yang telah di cetak menggunakan sirtu, maka ada indikasi bahwa pemkab dan juga pihak yang terkait bermain mata dengan pihak pelaksana.

Dan Aliansi Indonesia BPAN punya cara tersendiri untuk menyeret siapa saja oknum yang berani bermain mata dengan pihak pelaksana, sehingga terindikasi merugikan negara dan rakyat. Kata Ramli Saleh.

Di konfirmasi terpisah, pengawas PSJA Balai Pompengan Je’ne Berang Makassar Kasrani Gani di dampingi dengan rekan sekerjanya Andi Sulfikar, menuturkan bahwa apa yang menjadi temuan tim Investigasi komite eksekutif Aliansi Indonesia BPAN, adalah benar hanya saja hal itu terjadi ketika ia tidak ada di tempat.

“Begini pak, sebenarnya harus memang terpisah antara pasir, kerikil dan juga semen, kemudian di campur menjadi satu di dalam molen, tapi itu mereka kerjakan kalau saya ada¬† tapi kalau saya tidak ada maka mereka menggunakan kembali sirtu pak” kata Kasran gani dan Andi Sulfikar kepada celebes-news.com. Selasa (12/4/2016). (Heri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here