Ditemukan Tidak Sesuai Tera, SPBU Depan Unhas Disegel

0
143

MAKASSAR — Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementrian Perdagangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, tepatnya depan pintu satu Unhas, Senin (18/4/2016).

Di SPBU ini, tiga mesin pompa atau alat meteran yang mengeluarkan BBM disegel dengan alasan tidak sesuai antara yang dikeluarkan dengan meteran tercatat.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangann Syahrul Mamma mengaku pihaknya menemukan adanya pelanggaran toleransi pada mesin pompa bahan bakar tersebut sehingga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Makassar diminta melakukan penyegelan.

Syahrul menjelaskan batas toleransi kesalahan hanya 0,05 persen dalam dua puluh liter batas atau kurang dari 100 mililiter. Sedangkan di pom bensin itu, per 20 liter, kurangnya lebih dari 160 mililiter. Tingkat kecurangan yang dilakukan pihak SPBU secara persentase 0,075 persen atau seperempat liter kekurangan dari ukuran yang diterapkan oleh pemerintah.

Sementara Kasi Metrologi Disperindag Kota Makassar Yusuf Bado membenarkan adanya kecurangan yang dilakukan pihak SPBU yakni ukuran atau literan BBM yang diperjualbelikan sehingga tidak sesuai dengan ukurannya.

Yusuf menegaskan, sanksi yang akan diberikan kepada pihak SPBU yaitu berupa penyegelan terhadap tiga pompa yang selama ini dioperasikan untuk pengisian BBM dan tidak diperbolehkan untuk beroperasi sebelum pihak SPBU melakukan tera ulang.

Setelah dilakukan tera ulang bisa beroperasi kembali.

“Namun jika masih tetap terbukti melakukan kecurangan akan ditutup izin usahanya,” jelas Yusuf.

Pemilik pompa berjanji bakal melakukan perbaikan. Namun, ditegaskannya, setelah dilakukan perbaikan, terlebih dahulu harus dilakukan tera ulang sebelum digunakan kembali.

Dia melanjutkan, pihaknya selalu melakukan pengawasan rutin di setiap SPBU yang ada di Kota Makassar.
Pengawasan rutin yang dilakukan secara berjenjang mulai dari sebulan hingga enam bulan sekali.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here