Aliansi Indonesia Sorot Proyek Tanggul Balai Besar Pompengan Je’neberang

0
113
  • Ramli : Bupati dan Penegak Hukum Jangan Tutup Mata

 

BULUKUMBA, CNEWS — Proyek pembangunan tanggul abrasi pantai di dua titik pembangunan yakni di kelurahan Bintarore kecamatan Gantarang dan juga proyek yang terletak di kelurahan Kalumeme kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba milik Balai Besar Wilayah Pompengan Je’neberang disorot.

Pengerjaan proyek abrasi pantai ini diduga dikerja asal-asalan. Beberapa bagian pekerjaan dikerjakan tidak sesuai bastek dan tanpa pengawas yang selalu berada di lokasi pekerjaan. “Parah ini, proyek Balai Besar Pompengan Je’neberang dikerja asal-asalan, standarisasi kualitas pekerjaan semuannya tidak diperhatikan dengan baik, bastek pun dilabrak,” tandas ketua komite eksekutif Aliansi Indonesia Badan Peneliti Aset Negara (AI BPAN) DPC Bulukumba, Ramli Saleh Ningkiula.

Dari temuan dan investigasi yang dilakukan oleh Aliansi Indonesia Bulukumba,  bagian pekerjaan yang diduga bermasalah pada kedua proyek pembangunan ini adalah seperti pada percetakan buis atau gorong gorong, pasir yang di gunakan bukanlah pasir yang biasa digunakan, melainkan pasir yang masih bercampur dengan batu batu besar dan juga masih bercampur dengan tanah. Selain itu kata Ramli, saat mereka mencetak buis, tidak menggunakan takaran.

“Jadi saat gorong-gorong itu di cetak, seharusnya mereka menggunakan takaran, pasirnya sekian, kerikilnya sekian dan semennya juga sekian, semua kan ada petunjuknya, nah yang ini kan tidak begitu, mereka menggunakan tong lalu ngambil sirtu (pasir campur batu batu besar dan juga tanah) kemudian di masukkn ke molen, jadi untuk mengetahui berapa semen, berapa pasirnya, berapa kerikilnya, kan ngga bisa mereka tau” ungkap Ramli saat memantau lokasi proyek percetakan gorong-gorong.

Bukan hanya itu kata Ramli, proyek yang menelan anggaran APBN belasan miliar rupiah itu seharusnya di jaga oleh salah seorang pegawai PSDA, namun saat timnya turun melakukan investigasi sesuai fungsinya sebagai kontrol sosial, tidak satu pun pengawas dari PSDA yang ada dan mengawasi jalannya proyek tersebut.

Kara itu, ia berharap Bupati yang baru terpilih serta anggota dewan yang terhormat, kepolisian dan juga Jaksa agar secepatnya mengambil tindakan, bila perlu segala aktifitas di dua tempat untuk sementara di berhentikan dulu dan lakukan sidak, karena apabila ini tidak di lakukan dan tetap di biarkan mereka memasang Buis Buis yang telah di cetak menggunakan sirtu, maka ada indikasi bahwa pemkab dan juga pihak yang terkait bermain mata dengan pihak pelaksana.

“Kami minta proyek ini diawasi oleh pihak-pihak terkait, kami dari Aliansi Indonesia akan tetap memantau pekerjaan proyek ini dan akan  menyeret siapa saja oknum yang berani bermain mata dengan pihak pelaksana, sehingga terindikasi merugikan negara dan rakyat,” tegas Ramli.

Sementara itu,  pengawas Balai Pompengan Je’neberang Makassar Kasrani Gani di dampingi dengan rekan sekerjanya Andi Sulfikar, menuturkan bahwa apa yang menjadi temuan tim Investigasi komite eksekutif Aliansi Indonesia BPAN, adalah benar hanya saja hal itu terjadi ketika ia tidak ada di tempat.

“Begini pak, sebenarnya harus memang terpisah antara pasir, kerikil dan juga semen, kemudian di campur menjadi satu di dalam molen, tapi itu mereka kerjakan kalau saya ada  tapi kalau saya tidak ada maka mereka menggunakan kembali sirtu pak” kata Kasran gani dan Andi Sulfikar. (hr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here