Kejati Usut Fasum Tanjung Bunga Dikelola PT GMTD

0
322

MAKASSAR — Kejati Sulsel mengusut dugaan penyimpangan dalam pengelolaan terkait fasilitas umum (fasum) milik pemerintah yang dikuasai oleh PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (PT GMTD Tbk).

Koordinator bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel, Noer Adi, Jum’at 22 April 2016, mengatakan, pihaknya melakukan pengusutan terhadap kasus tersebut. “Kami sementara melakukan upaya pengusutan terhadap fasum tersebut yang kini tengah dikelola oleh PT GMTD, ” ujarnya.

Noer mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang dianggap terkait dalam kasus tersebut, termasuk dari pihak GMTD sendiri.

Hanya saja Noer enggan merinci siapa siapa saja yang telah dipanggil untuk dimintai keterangannya. Karena menurut dia dikhawatirkan akan mengganggu proses penyelidikan dalam kasus tersebut.

“Belum bisa kita sebutkan dulu bagaimana hasilnya karena ini masih rahasia. Kita masih fokus untuk mengumpulkan data dan bahan keterangan,” tandasnya.

Noer juga menandaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut. Pihaknya kata dia akan bersikap profesional dan proporsional dalam menuntaskan kasus tersebut.

Dia menambahkan bahwa pihak Kejati Sulsel tidak akan tinggal diam dalam menuntaskan kasus ini. Dia juga mengatakan apalagi ini menyangkut untuk kepentingan orang banyak dan untuk kepentingan fasilitas umum (fasum).

Diketahui, PT.GMTD sejak tahun 2011 hingga kini belum secara resmi belum menyerahkan fasum tersebut ke Pemerintah kota. Bahkan malah akan mengsertifikat jalan metro tersebut yang merupakan fasilitas umum akan dijadikan milik PT GMTD.

Dalam Fasum tersebut telah dibangun akses jalan dalam proyek betonisasi dengan panjang 700 meter dengan nilai kontrak mencapai Rp3,3 miliar.

Yang berlokasi sebelah utara jalan masuk jalan Metro Tanjung Bunga, yang menggunakan anggaran APBD Kota Makassar tahun 2011 dan dikerjakan oleh PT Timur Utama Sakti, dengan nomor kontrak 05/KONT/APBD II – BJJ/DPU/VII/2011.

Bahkan fasum tersebut yang dikuasai oleh pihak PT.GMTD, akan menerbitkan sertifikat hak milik atas nama PT GMTD. Padahal seharusnya pihak PT GMTD sudah harus menyerahkan fasum tersebut ke pihak pemerintah. Bukan malah ingin menguasainya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here