Proyek Dinas Pekerjaan Umum Sinjai Senilai Rp 22 Miliar Disorot

0
77

Menyeberang Tahun, Warga Minta Penegak Hukum Usut Proyek ini

 

 

SINJAI, CNEWS — Proyek pekerjaan jalan hotmix di Jalan Jendral Sudirman dan Poros Bekeru 1 Puncak Kecamatan Sinjai Selatan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 22 miliar disorot warga. Di sinjai warga mempertanyakan pekerjaan proyek ini yang tidak rampung sampai akhir tahun 2015 lalu. Harusnya, proyek ini sudah rampung sampai akhir tahun, tapi menyeberang ke tahun 2016.

“Aturannya, tidak boleh ada proyek pemerintah yang sampai menyeberang sampai di tahun berikutnya, tetapi di Sinjai proyek
pemerintah bernilai puluhan miliar ini dikerjakan di tahun berikutnya, ada apa ini,” kata salah satu warga Sinjai Lukman Arsal kepada celebesnews.

Mencurigai proyek ini sarat rekayasa, Lukman meminta aparat penegak hukum turun ke lapangan melakukan pemantauan
terhadap proyek jalan hotmix di Jalan Jendral Sudirman dan Poros Bekeru 1 Puncak Kecamatan Sinjai Selatan tersebut. “Bukan tidak mungkin proyek ini memiliki pelanggaran hukum, masa sampai menyeberang ke tahun berikutnya,” tandasnya.

Dikatakan Lukman, untuk setiap anggaran kegiatan pemerintah, harus berakhir hingga per 31 Desember setiap tahunnya,
pertannyaannya kemudian, anggaran proyek ini berasal dari mana, bila kemudian anggaran yang sudah ada sebelumnya harus
dikembalikan ke pusat karena tidak habis terpakai atau pekerjaan proyek yang tidak rampung sampai akhir tahun.

Selanjutnya, bila itu, adalah dana sisa anggaran di tahun 2015, maka itu akan menjadi silva dan akan di masukkan di APBD tahun 2016 kalau itu berbentuk DAK dari pusat.

Demikian pula disampaikan oleh warga Sinjai lainnya bernama Musa Rasid berharap proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Sinjai ini jangan sampai terjadi kebocoran-kebocoran yang akan berdampak terhadap kualitas pekerjaan. “Kami memberi apresiasi atas sejumlah proyek infrastruktur yang hadir di Sinjai, tetapi kami minta jangan sampai terjadi kebocoran yang bisa merugikan keuangan negara dan masyarakat,” ujarnya.

Secara terpisah, kepala dinas PU kabupaten Sinjai, Ishak saat di komfirmasi di ruang kerjanya tentang proyek pekerjaan jalan di

Kabupaten Sinjai, baik di kota dan di pedesaan yang menelanĀ  anggaran Rp 22 miliar, ia menilai sudah sesuai dengan juknis, kontraknya dikerjakan mulai November 2015 sampai Mei 2016.

“Kita juga telah diperiksa Kejaksaan Negri Sinjai terkait proyek tersebut, tapi setelah kami tunjukan berkas kontrak kerja berdasarkan hasil lelang, semuanya tidak ada masalah,” tutup kata kadis PU Sinjai. (rahmat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here