Bangunan Diatas Laut Picu Bangunan Lain Menjamur

0
110
–Pemilik  Akui Kantongi izin Lurah dan Asisten II
PAREPARE—-Pendirian bangunan permanen diatas laut, yang dibangun salah seorang warga di Kelurahan Wattang Soreang, dinilai akan memicu pertumbuhan pemukiman yang sama di kawasan ini. 
Penilaian itu disampaikan Ketua LSM.Benteng Ampera, Muh. Fihir, saat turun ke lokasi melihat bangunan permanen yang berukuran 4×4 M, berdiri dipinggir laut tanpa ada teguran dari pemerintah dan KSOP Parepare.
“Kalau dibiarkan membangun, maka pasti yang lain mengikuti, karena ini wilayah zona larangan, dimana harus ada izin menteri kelautan, karena sudah membangun diatas air laut.”Sesal Fihir.
Fihir menyayangkan SKPD bersangkutan telah memberikan izin kepada pemilik rumah tersebut,”ini sudah melanggar, dan tidak boleh ada bangunan di lokasi ini karena zona larangan,”teranganya.
Lurah Wattang soreang, Arifuddin, sudah pernah melarang pemiliknya bernama H Muhtar, untuk membangun karena wilayah itu zona larangan karena milik KSOP,”saya sudah melarangnya tapi tidak digubris,”kilahnya.
Arifuddin bersama RW-nya langsung memanggil, pemiliknya untuk kordinasi masalah bangunan tersebut, Muhtar bersama annggotanya, Hasjud, tiba dilokasi.
Pengakuan, Muhtar yang dibenarkan Hasjud, bahwa Ia berani membangun karena ada izin dari Lurah  Wattang Soreang bersama, pengurus LPMK Wattang Soreang dan Asisten II Pemkot Mustafa.
“Saya berani membangun karena ada izin secara lisan dari pak Ramlan selaku pengurus LPMK, pak Arifuddin selaku Lurah dan pak Mustafa selaku asisten II Pemkot, seandainya tidak ada izin dari ketiga orang ini maka saya tidak mungkin berani membangun” ungkapnya.
Muhtar akui sudah menghabiskan dana sekitar kurang lebih Rp.30 juta termasuk upah tenaga kerja,”tapi kalau hari ini di bongkar kami sudah rela, tapi kenapa bukan sebelumnya kami dilarang,”katanya.
Kadis Tata Ruang dan Wasbang, Kadarusman, tidak mengetahui ada bangunan rumah berdiri di pinggir laut wilayah Wattang Soreang,”saya tidak tau ada bangunan disitu, sebentar saya perintahkan staf saya untuk melihat bangunan tersebut,”kata Kadarusman.
Kadarusman membantah jika ada izin IMB-nya,”biar dulu saya suruf staf saya melihat bagunan itu, yang jelas kalau ada bangunan dipinggir laut itu jelas dilarang,”terangnya.
Selain dari Dinas Tata Ruang dan Wasbang menyuruhnya membongkar bangunan tersebut, staf dari KSOP Pelabuhan Nusantara. Abdurrahman juga meminta kepada pemilik bangunan  membongkar bangunan yang direncanakan permanen itu, “Ini  dilarang,  kalau mau membangun diarea ini harus ada izin dari Kementerian,”kata, Abdurahman.(Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here