Ditagih Rp 16,4 Juta, Pelanggan PLN di Parepare Marasa Dirugikan PLN

0
76
PAREPARE — Alge Babasa,  Pelanggan PLN Rating Mattirotasi, mengaku kaget saat  diminta Rp16,4 juta pihak PLN Rayon Mattirotasi. PLN menilai tagihan tersebut sebagai ganti rugi karena meteran listrik di rumahnya Jalan Damis, Kelurahan Sumpang Minagae Kecamatan Bacikiki Barat, dianggap dirusak dengan sengaja. pelanggan ini pun merasa dirugikan oleh PLN
“Saya merasa tidak pernah merusak KWh itu. Surat peringatan tiba-tiba datang hingga tiga kali, tetapi kami tidak tau ganti ruginya sampai sebesar itu. Tentu kami kaget, rinciannya juga tidak diberitahukan ke kami,” beber Alge.
Ia pun mengaku beberapa kali menghadap ke kantor PLN Rayon Mattirotasi, namun belum mendapat solusi sesuai harapan. Bahkan, listrik dirumahnya telah dicabut. “Aliran listrik dirumah saya malah sudah dicabut, dan saya diminta untuk menandatangani Surat Pengakuan Hutang (SPH), Namun permintaan itu saya tolak, karena KWh itu tidak pernah kami apa apakan sejak terpasang,” tegas Alge.
Palaksana harian Manajer PLN Rayon Mattirotasi Mursidiq Hasan mengatakan,  dicabutnya listrik Alge merupakan wewenang PLN dalam menertibkan bilamana ada pelanggaran. Kwh meter dirumah Alge disebutnya telah dibobol pada segel tera sebelah kiri, sehingga terjadi kebocoran listrik.
“Intinya dalam BAP, temuan kami segelnya dirusak. Nah yang bertanggung jawab tentu pemilik rumah, sesuai surat perjanjian jual beli tenaga listrik. Terkait tagihan Rp 16 juta itu rinciannya ada di PLN area. Namun tentu ada dasarnya sehingga sampai segitu. Misalnya jumlah listrik yang terpakai namun tidak dibayar,” beber Mursidiq.
Ia juga menghimbau, palanggan PLN di kawasan Ajatappareng agar memperhatikan hal tersebut. Utamanya mengenai hak dan tanggung jawabnya selaku pelanggan, termasuk terpeliharanya KWh meter, hingga tanggal jatuh tempo tagihan dan denda. “KWh itu milik PLN, namun pelanggan bertanggung jawab atas kerusakannya,” tandasnya.(Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here