Intelijen Kejati Sulselbar ‘Garap’ Indikasi Kerugian Negara Pembahasan Lahan Bandara Tahap III

0
87

MAKASSAR — Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah merampungkan penyelidikan kasus pembebasan lahan tahap III perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Penyelidikan awalnya memang kita yang tangani dan kini penuntasan laporannya sedang dilakukan untuk selanjutnya diserahkan ke bidang Pidsus,” ujar Asintel Kejati Sulselbar Marang di Makassar, Jumat kemarin.

Dia mengatakan, proyek pembebasan lahan untuk perluasan bandara internasional Sultan Hasanuddin itu menghabiskan anggaran sebesar Rp500 miliar lebih.

Pembebasan perluasan lahan tahap III yang berjalan sejak 2015, masih ditangani Bidang Intelejen Kejati Sulselbar dan sedikitnya sembilan tim jaksa melakukan penyelidikan.

Dalam pengumpulan data dan bahan keterangan ditemukan indikasi dugaan penggelembungan dan salah bayar dalam jual beli lahan seluas 60 hektare.

“Jika laporan itu telah diselesaikan, kemudian akan diserahkan kepada Kajati Sulselbar sebelum didalami oleh bidang Pidsus. Dugaan penyimpangannya juga sudah didapatkan,” katanya.

Pengusutan kasus ini dilakukan setelah pihaknya menerima laporan terkait proyek tersebut.na indikasi awalnya, tim menemukan adanya perbuatan pelanggaran aturan dan melawan hukum.

“Pelanggarannya yakni tidak memenuhi mekanisme seperti dlaam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 tahun 2012,” katanya.

Dalam kasus ini, pihak intelijen telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangann.

Pihak yang telah diperiksa, antara lain pihak Angkasa Pura, BPN, tim apraisal, panitia pengadaan tanah, panitia lelang, dan sebagian masyarakat penerima ganti rugi lahan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here