Warga Merana, Proyek Pembangunan Jembatan,” Putus” Jalan Provinsi

0
74
PAREPARE—-Proses pembangunan jembatan Salo Minagae di Kelurahan Watang Bacukiki Kecamatan Bacukiki Barat yang menjadi jalur Nasional Makassar-Sidrap, dinilai sengaja diputus, itu karena pembangunan Jembatan Salo Minangae ini langsung dirusak dan digali sedemikian rupa hingga tidak menyisahkan akses jalan alternatif bagi warga.
Jalan lingkar Bacukiki yang juga dijadikan lajur antar provinsi ini sejak Maret lalu, tidak bisa dilalui karena diputus pihak pelaksana PT.Tri Karya Utama Cendana. Imbasnya sejumlah masyarakat harus memutar jalan yang sekitar 3 KM jauhnya dari jarak tempuh biasanya.
Adi, Warga Watang Bacukiki ini mengaku, harus menempuh jalan 3 KM lebih dari rumahnya ke lokasi persawahan miliknya, padahal sebelumnya Ia hanya butuh jarak yang dekat jika menggunakan akses jalan utama itu, terlebih lagi pihak Pelaksana tidak membangunkan Akses jalan pengganti selama proses pembangunan dilakukan.
“Harusnya pihak pelaksana tidak membongkar semua jembatan ¬†yang terkesan memutus jalan, untuk warga, Karna membangun jembatan itu prosedurnya harus ada Akses jalan pengganti yang disediakan” ucap Adi warga Manggimpuru Bacukiki ini.
Kepala Dinas Perhubungan Parepare H.Yodi Haya, dihubungi terkait hal ini mengaku, pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, meski pengaturan Lalulintas dan pengefektifan penggunaan jalan terkesan terganggu, namun pihaknya enggan memberikan sikap yang berarti karena itu proyek Provinsi, “Saya tidak bisa terlalu memberikan tanggapan, karna itu proyek Provinsi” ungkap Mantan Kadia Pendapatan Daerah Parepare ini. (effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here