Mantap ! Kejati Kantongi Nama Calon Tersangka Bantuan Bibit Kakao Lima Kabupaten di Sulsel

0
78

MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah mengantongi nama calon tersangka untuk proyek pengadaan bibit kakao sambung pucuk di lima kabupaten.

“Untuk penetapan tersangka belum, tapi sudah ada nama-nama yang sudah kita kantongi dan nama-nama ini akan dibawa dalam ekspose bersama pimpinan,” ujar Koordinator Bidang Pidana Khusus Kejati Sulselbar Noer Adi di Makassar, Jumat kemarin.

Dia mengatakan, proses penyidikan kasus ini masih terus berlangsung, apalagi proses peningkatan status penanganan kasus dari penyelidikan ke penyidikan juga belum lama ini dilakukan.

Meskipun penanganan kasus sudah ditingkatkan, namun dirinya tetap mengaku jika penetapan tersangka ini masih harus dirapatkan dengan unsur pimpinan bersama para asisten.

“Penetapan tersangka itu harus hati-hati karena dari sekian banyak saksi yang diperiksa, tim penyidik harus bisa membuktikan peranan dari pihak yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini,” jelasnya.

Noer menuturkan dalam tahap penyelidikan kasus ini sebelumnya, tim penyelidik menemukan potensi kerugian negara dalam kasus tersebut sebesar Rp4,7 miliar.

Hanya saja untuk lebih memastikan kerugian negara dalam kasus tersebut, ia mengatakan pihak penyidik akan menggandeng pihak BPKP Perwakilan Sulsel untuk melakukan audit kerugian negara.

“Kita akan gandeng ahli dari BPKP Perwakilan Sulsel untuk melakukan audit kerugian negara,” pungkasnya.

Pada proyek pengadaan bibit kakao sambung pucuk itu dilakukan di lima kabupaten yakni Kabupaten Bone, Kabupaten Luwu, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Bantaeng.

“Ada lima kabupaten di Sulsel yang mengerjakan proyek pengadaan bibit kakao itu dan semuanya sedang diselidiki,” katanya.

Dari jumlah itu, lima rekanan dari tiap kabupaten, tiga orang penangkar bibit, panitia lelang dan pejabat pembuat komitmen (PPK) dari lingkup Dinas Perkebunan Sulawesi Selatan.

“Pengusutan kasus tersebut masih dalam proses pengumpulan bahan keterangan dan data. Kita masih telusuri indikasi perbuatan melawan hukumnya,” tandasnya.

Pengusutan proyek yang diduga telah dikorupsi bersumber dari anggaran tahun 2015. Namun, Noer enggan menyebutkan nilai anggaran proyek pengadaan bibit kakao sambung pucuk tersebut.

Dugaan sementara, diduga ada pihak yang melakukan permainan harga dengan melakukan penggelembungan anggaran pengadaan bibit kakao sambung pucuk.

“Ada ketidaksesuaian harga antara yang diadakan itu dengan harga di pasaran,” kilahnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here