Edan !!! Kades Lero, Kecamatan Masamba Dilapor Selingkuhi Bendaharanya Hingga Hamil

0
121

MASAMBA — Oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu, Sulsel, berinisial AH harus berurusan dengan polisi gara-gara dilaporkan warganya karena dituding telah berselingkuh dengan Bendahara desanya hingga hamil.

Adalah YA warga Desa Lero Kecamatan Masamba yang terpaksa melaporkan kepala desanya karena sang bendahara desa yang tak lain adalah isterinya tengah mengandung tiga bulan yang diduga sebagai hasil hubungan gelap dengan sang kades.

Laporan YA tersebut telah ditindak lanjuti oleh pihak Polres Luwu melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dengan menerbitkan surat laporan polisi bernomor LPB/112/IV/2016 SPKT tertanggal 19 April 2015 tentang perzinahan.

Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Muhlis melalui Kanit PPA Polres Luwu Utara Yulianan, mengatakan pemeriksaan terhadap Kepala Desa Lero ini dilakukan atas laporan korban YA selaku suami sah dari IT, yang keberatan atas perlakuan sang kades yang telah memiliki istri dan anak melakukan perbuatan yang tidak senonoh dengan bendahara desanya.

“Menurut pelapor, kejadian ini terjadi saat tersangka AH bersama IT hendak berangkat ke Kantor Camat Masamba untuk kepentingan dinas, kemudian tersangka bersama IT pergi ke rumah untuk mengambil buku kas desa, sesampainya di sana tersangka melihat kondisi rumah dalam keadaan kosong, sehingga tersangka menggunakan kesempatan itu untuk melakukan hubungan layaknya sepasang suami istri dengan IT,” ungkap Muhlis menceritakan keterangan pelapor YA.

Lanjut dikatakan, kejadian bermula pada bulan Desember 2015 di rumah orang tua IT di Desa Baloli Kecamatan Masamba perselingkuhan itu diawali, namun perselingkuhan belum diketahui oleh sang suami YA.

Karena saat itu YA pulang ke rumah orang tuanya di Desa banyu urip Kecamatan Bonebone untuk dirawat karena sakit. Maka kesempatan inilah digunakan kedua pelaku untuk menjalin hubungan terlarang.

YA baru mengetahui adanya hubungan gelap antara sang kepala desa dengan istrinya pada Kamis (7/4/l 2016) lalu setelah warga menyampaikan kecurigaannya karena mendapati isterinya berduaan dengan kepala desa di rumahnya.

“Peristiwa ini pun juga sudah diketahui oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat desa lero dimana hal ini sudah pernah dibicarakan untuk memberi sanksi adat kepada keduanya. Namun sanksi tersebut hingga kini belum terlaksana, maka dari itu yang bersangkutan memutus untuk melapor ke polisi,” tambah Kasatreskrim lagi.

IT dalam pemeriksaan di hadapan penyidik telah mengakui semua perbuatannya, bahwa dirinya pernah melakukan hubungan badan bersama AH hingga akhirnya bebadan dua, dimana usia kandungannya saat ini telah berusia tiga bulan.

Oleh polisi kedua pelaku AH dan IT telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenai sangkaan melanggar pasal 284 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 bulan penjara, demikian dikutip dari salah satu media online.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here