X Ray Pelabuhan Parepare Didesak Difungsikan

0
68
PAREPARE--Kepala Kepolisian Sektor kawasan pelabuhan Nusantara, Polres Parepare, Akp Syarifuddin, berpendapat, X-ray atau alat pendeteksi barang bawaan ‎penumpang seharusnya segera difungsikan.
Dia menyayangkan sikap otoritas pelabuhan seperti Pelindo dan KSOP yang sampai sejauh ini kurang aktif untuk upaya pemanfaatan alat canggih tersebut.
“Padahal dengan berfungsinya alat itu kami dari kepolisian sangat terbantu juga. Kami sangat mengharapkan Xray itu dimanfaatkan,”kata Akp Syarifuddin. Usai ditemui di kawasan pelabuhan, Kamis (16/6/2016).
Dia menjelaskan, berfungsinya alat itu akan berdampak positif dalam sistem pengamanan di kawasan pelabuhan.
Pihak kepolisian akan lebih teliti serta mudah dalam memeriksa barang dan penumpang itu sendiri.
“Tujuan adanya X ray kan seperti itu. Jadi, kenapa sampai sekarang alat itu tidak difungsikan. Kami susah koordinasi KSOP namun belum ada respon dengan alasan listrik,”katanya.
Syarifuddin mengungkapkan, sistem manual pemeriksaan barang penumpang di pintu masuk keluar pelabuhan nusantara Parepare selama ini belum efektif.
Pelaku kejahatan yang membawa barang ilegal tentu punya cara lain untuk mengelabui petugas.
“Namun kami pastinya berusaha maksimal untuk ‎mencegah hal itu meskipun masih menggunakan sistem pemeriksaan secara manual,”ungkapnya.
Alat pendeteksi barang bawaan penumpang kapal atau X-Ray di terminal penumpang, Pelabuhan diketahui sampai saat ini belum difungsikan sejak diadakan tahun 2014.

Alat sensor canggih tersebut sudah setahun lalu parkir bak rongsokan, di pelabuhan tersebut. Dana ratusan juta untuk pengadaan alat itupun berkesan mubazir.

“X-Ray itu kendalanya listrik, tapi kami sudah upayakan untuk penyediaan generator setting (genset). Kita sudah menyurat ke pusat juga untuk diakomodir gensetnya,”kata kepala KSOP Parepare, Wembley, beberapa Waktu lalu.

Selain persoalan listrik, Wembley mengungkapkan kendala lain, yakni adanya komoponen alat tersebut yang sudah rusak.

“Memang karena alat itu sudah termakan waktu ya, sehingga ada komponen mesinnya yang rusak. Kita menunggu perbaikan dari kantor pusat juga,”ungkap dia.‎ (effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here